Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Bersama Sekutu AS, Jepang Ungkap Rencana Perkuat Kerja Sama Keamanan

ED
Jumat, 13 Januari 2023 | 12:58 WIB
Bagikan
Bersama Sekutu AS, Jepang Ungkap Rencana Perkuat Kerja Sama Keamanan

VISI.NEWS | WASHINGTON, DC - Amerika Serikat dan Jepang telah meluncurkan rencana untuk memperkuat kerja sama keamanan guna melawan ancaman dari Korea Utara dan China, yang dijuluki sebagai tantangan keamanan terbesar di kawasan.

Secara blak-blakan, menteri luar negeri dan pertahanan AS dan Jepang mengutuk agresivitas China yang meningkat di Indo-Pasifik dan di tempat lain.

Mereka juga menyebut Rusia atas perangnya dengan Ukraina dan menghukum Korea Utara karena meningkatkan program nuklir dan misilnya.

Dalam pernyataan bersama hari Rabu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan mitra Jepang mereka, Yoshimasa Hayashi dan Yasukazu Hamada, mengatakan China menghadirkan ancaman "yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap tatanan internasional dan berjanji untuk melipatgandakan upaya mereka untuk melawannya.

"Kebijakan luar negeri China berusaha membentuk kembali tatanan internasional untuk keuntungannya dan menggunakan kekuatan politik, ekonomi, militer, dan teknologi China yang tumbuh untuk tujuan itu," kata pernyataan itu.

“Perilaku ini menjadi perhatian serius bagi aliansi dan seluruh komunitas internasional, dan merupakan tantangan strategis terbesar di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya.”

Keempat pria itu setuju untuk menyesuaikan kehadiran pasukan Amerika di Pulau Okinawa sebagian untuk meningkatkan kemampuan anti-kapal yang akan dibutuhkan jika terjadi serangan China ke Taiwan atau tindakan permusuhan lainnya di laut China Selatan atau Timur.

Mereka juga menambahkan penyebutan resmi tentang luar angkasa dalam perjanjian keamanan AS-Jepang yang telah berlangsung lama, memperjelas bahwa "serangan ke, dari, dan di dalam luar angkasa" dapat memicu ketentuan pertahanan timbal balik dari perjanjian tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.