Berdiri Sejak 1943, Soto Ahri Garut Lezatnya Kuliner Tradisional dengan Rasa Orisinal
Pengunjung di sini tidak hanya sekedar menyajikan makanan, tetapi juga menghidangkan sejarah dan tradisi. "Saya sengaja ke sini bukan hanya ingin menikmati makanan sotonya saja, tapi sambil menikmati suasana kuliner pada jaman dulu, yang konon katanya sebelum merdeka pedagang soto ini sudah ada," ungkap Lutfi, salah satu pengunjung kedai Jumat pagi.
Sedangkan menurut Masdan, pengunjung lainnya, resep yang turun-temurun ini telah menjadi bagian dari identitas Garut dan berhasil mempertahankan cita rasa asli yang khas.
"Tidak heran jika kedai ini tidak pernah sepi pengunjung. Warga sekitar dan bahkan turis lokal yang sedang berwisata ke Garut menjadikan Soto Ahri sebagai destinasi wajib. Keunikan rasa dan keotentikan suasana membuat kedai ini layak disebut sebagai salah satu harta karun kuliner Garut," ungkapnya.
Di tengah persaingan kuliner modern, Soto Ahri tetap bertahan dengan kekuatan rasa dan nilai historisnya. Kedai ini bukan hanya sekedar tempat makan, tetapi juga ruang bagi komunitas untuk berkumpul, berbagi cerita, dan tentunya, menikmati semangkuk soto yang menghangatkan.
Sebagai penutup, Endang berharap bahwa Soto Ahri akan terus menjadi simbol kebersamaan dan keberlanjutan tradisi kuliner Garut. Dengan semangat yang sama seperti saat pertama kali dibuka, kedai ini akan terus menyambut siapa saja yang ingin menikmati sejarah dalam setiap suapannya.
@m purnama alam
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!