Berdasarkan UOB Consumer Sentiment Study, Penggunaan Dan Pembayaran Digital Menuju Tren Positif

ED
Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:18 WIB
Bagikan
Berdasarkan UOB Consumer Sentiment Study, Penggunaan Dan Pembayaran Digital Menuju Tren Positif

Optimisme Tetap Terjaga

Lonjakan inflasi menjadi salah satu isu utama di ASEAN. Sebanyak 63% responden mengungkap kekhawatiran tentang isu tersebut, sedangkan, 57% responden enggan menambah belanja rumah tangga. Warga Singapura menjadi responden yang paling khawatir atas kedua isu tersebut. Sebanyak 71% dan 64% responden di Singapura masing-masing merasa khawatir atas isu lonjakan inflasi dan biaya rumah tangga.

Tiga isu keuangan yang paling utama di ASEAN berkaitan dengan kemampuan menyisihkan uang untuk menabung (37%), kemampuan membeli kebutuhan esensial (31%), serta mempertahankan gaya hidup yang telah dijalani (28%). Di sisi lain, tagihan utilitas (42%) dan kebutuhan rumah tangga (34%) merupakan dua jenis pengeluaran terbesar konsumen, diikuti layanan pesan-antar/belanja makanan dan pendidikan anak (31%) pada posisi ketiga. Dari sisi belanja kebutuhan nonesensial (discretionary spending), sebagian besar responden mengurangi anggaran belanja perhiasan (38%) dan bersantap di restoran (34%), diikuti perlengkapan rumah dan furnitur (32%).

Kendati demikian, optimisme tetap terjaga, sebab tiga dari lima pasar di ASEAN mengharapkan kondisi keuangan yang lebih baik pada Juni tahun depan. Vietnam memiliki tingkat optimisme tertinggi (76%), disusul Indonesia (74%) dan Thailand (68%). Tren ini sesuai dengan pandangan UOB pada Semester II-2023, yakni sentimen akan membaik ketika tingkat suku bunga regional bergerak stabil dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik.

Di Singapura, dua kondisi keuangan yang paling menimbulkan kekhawatiran responden adalah kemampuan menyisihkan uang untuk menabung (42%) dan merencanakan masa pensiun (37%), sedangkan, kemampuan membeli kebutuhan esensial dan mempertahankan gaya hidup yang telah dijalani sama-sama berada di posisi ketiga (31%). Sebanyak 43% konsumen yang disurvei juga menilai, pengeluaran untuk tagihan utilitas telah membengkak dalam satu tahun terakhir. Di sisi lain, 34% responden menilai, pengeluaran kebutuhan rumah tangga semakin besar, dan 32% responden menghabiskan lebih banyak uang untuk biaya perjalanan sehari-hari. Lebih dari seperempat warga Singapura juga mengalokasikan anggaran belanja yang lebih besar, dan angka ini bertambah 6% dari tahun lalu. Akibatnya, konsumen kini lebih sedikit menabung, dan 23% responden mendukung pernyataan tersebut. Generasi Z merupakan kalangan yang paling konservatif, sebab 48% di antaranya berencana meningkatkan tabungan tahun ini, dibandingkan angka rata-rata nasional yang mencapai 35%. Di sisi lain, Generasi Y memprioritaskan investasi, dan 30% di antaranya menyisihkan uang untuk investasi, dibandingkan angka rata-rata nasional yang mencapai 24%.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.