Bencana Alam dalam Kajian Tafsir Al Quran, Tak Sekadar Fenomena Alam?
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar.”
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Allah SWT menimpakan cobaan kepada hamba-Nya berupa kesenangan, kesengsaraan yang berupa rasa takut dan rasa lapar, kehilangan harta, serta meninggalnya para sahabat, kerabat dan orang-orang yang dicintai.
Tak hanya itu, ujian bisa ditimpakan pula dalam sektor ekonomi, yang dalam ayat di atas disebut dengan (وَالثَّمَرٰتِۗ) yakni kebun dan sawah tidak mengeluarkan hasil seperti biasanya.
Ibnu Katsir juga menambahkan, manusia diperintahkan untuk bersabar dalam menghadapi ujian. Barang siapa bersabar maka diganjar pahala dari-Nya dan siapa saja berputus asa, maka Allah SWT akan menimpakan siksaan terhadapnya.
Sebab datangnya bencana Patut diketahui, datangnya bencana di muka bumi, dapat disebabkan faktor kejadian alam (seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain-lain) dan akibat ulah manusia (seperti banjir, cuaca ekstream, kebakaran hutan, dan lain sebagainya).
Oleh sebab itu, sebagaian bencana hadir dikarenakan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap alam. Firman-Nya dalam surat ar-Ruum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!