Benarkan Adanya Joki Coklit Pantarlih, Ketua KPU: Alasannya Pantarlih Sebelumnya Sedang Sakit
VISI.NEWS | SOREANG - Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima satu laporan dari Bawaslu Kab. Bandung terkait adanya perjokian coklit oleh Pantarlih di TPS 59 Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari.
"Sejauh ini kan dalam laporan yang disampaikan LSM DEEP dan Bawaslu itu terjadi perjokian Pantarlih di beberapa kecamatan, tapi yang masuk ke saya adanya perjokian itu dari Kecamatan Kertasari saja, namun bisa juga hal tersebut yang terjadi di wilayah lain, sepertinya sudah diketahui dan di klarifikasi oleh Panwascam dan sudah dilakukan coklit ulang, oleh PPK bisa saja ya seperti itu, " ujar Agus, kepada VISI.NEWS di ruang kerjanya, Senin (13/3/2023).
Dirinya membenarkan ada pergantian peran yang dilakukan oleh joki Pantarlih, setelah mengecek langsung oleh Panwascam ke lapangan sesuai laporan data-data dan rekomendasi dari Bawaslu di TPS 59 tersebut, "Setelah pihak Panwascam melakukan pengecekan, ternyata benar terdapat pergantian Pantarlih dan ada kesalahan peran di 7 Rumah tersebut, setelah diketahui dan di klarifikasi kenapa Pantarlih di ganti, katanya karena Pantarlih yang sebelumnya sedang sakit, tetapi setelah itu kita juga sudah melakukan Coklit ulang," tuturnya.
Menurut Agus, laporan dugaan seperti itu kalau tidak dengan lokus data yang jelas akan susah untuk ditelusuri serta ditindaklanjuti. " KPU menyambut positif laporan dari Bawaslu, dari LSM seperti DEEP dan yang lainnya, maupun masyarakat secara umum, seyogyanya kalau sampai tahu detailnya seperti identitas pantarlihnya dan wilayah lokasi TPS nya, kita akan lebih mudah untuk segera menindaklanjutinya," katanya.
Adanya perjokian di coklit Pantarlih tersebut, katanya, tentu menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada KPU serta pihak yang terlibat lainnya, juga berpotensi rawan terjadinya konflik di tengah masyarakat, bagaimana jika dikemudian hari ditemukan persoalan serupa, apa langkah konkrit yang telah dibangun KPU agar kedepannya hal-hal serupa tidak terjadi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!