Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

BEM Nusantara Sukabumi Desak Evaluasi MBG dan KDMP

Desi Rossilawati Andri Somantri
Selasa, 23 Juni 2026 | 08:42 WIB
Bagikan
BEM Nusantara Sukabumi Desak Evaluasi MBG dan KDMP

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS | SUKABUMI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk mendesak agar dilakukannya evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Aksi dimulai sejak siang hari di depan gerbang Pendopo Sukabumi dengan pengawalan dari aparat kepolisian. Secara bergantian, para peserta aksi menyampaikan orasi yang berisi kritik dan aspirasi terkait berbagai persoalan nasional maupun daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga di area gerbang pendopo. Di tengah jalannya demonstrasi, massa juga membakar ban.

Dalam pernyataan sikap, BEM Nusantara menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi fokus aksi unjuk rasa. Tuntutan tersebut antara lain, segera mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

Selain itu, BEM Nusantara juga menuntut dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG yang dinilai kurang efektif dan efisien, serta untuk mencegah potensi pemborosan anggaran. Mereka juga meminta agar program MBG diprioritaskan bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terbelakang dan Terluar).

Selanjutnya, mahasiswa mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap program KDMP. Massa juga menuntut pemerintah menstabilkan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok, serta memperkuat sistem meritokrasi dan memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam penyelenggaraan negara.

Tak hanya itu, BEM Nusantara juga meminta agar pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat dikembalikan kepada institusi sipil sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip supremasi sipil dan amanat Reformasi 1998. BEM Nusantara juga mendesak pemerintah meninjau kembali UU TNI yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi dan supremasi sipil, serta melakukan audit dan pertanggungjawaban terhadap proyek IKN yang dinilai berada di ambang ketidakpastian.

Melalui aksi di Pendopo Kabupaten Sukabumi, BEM Nusantara mendesak Bupati Sukabumi mengambil peran aktif sebagai kepala daerah dengan meneruskan aspirasi dan rekomendasi masyarakat Kabupaten Sukabumi kepada pemerintah pusat serta DPR RI.

Di tingkat daerah, mahasiswa juga mendesak Bupati Sukabumi serta DPRD Kabupaten Sukabumi, dalam hal ini Komisi IV, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap RSUD Palabuhanratu. Tuntutan tersebut berkaitan dengan buruknya pengelolaan kebersihan rumah sakit, penataan ulang tata kelola parkir, penetapan tarif yang jelas sesuai ketentuan, serta jaminan kenyamanan bagi para pengguna layanan rumah sakit.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.