Belajar Siap Sebelum Gempa Datang di Bandung
Pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang perlu memiliki jawaban sebelum bencana terjadi.
Didi menilai pendekatan berbasis simulasi dapat membuat pengetahuan kebencanaan lebih mudah dipahami masyarakat. Informasi tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi diterjemahkan menjadi pengalaman.
“Dengan metode simulasi, dengan YouTube dan lain sebagainya, kita harapkan lebih banyak yang bisa paham bagaimana kalau terjadi gempa, khususnya gempa bumi. Apa yang akan dilakukan?” tuturnya.
Ada pesan penting di balik pendekatan tersebut: kesiapsiagaan harus menjadi pengetahuan yang hidup.
Warga bukan sekadar penerima informasi, tetapi menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana. Mereka memiliki peran sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Karena itu, simulasi di Rusunawa Cingised diharapkan tidak berhenti pada 6 September 2026. BPBD Kota Bandung ingin pengalaman tersebut menyebar ke lingkungan lain.
Warga yang mengikuti latihan diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan masing-masing. Mereka bahkan diharapkan mampu menjadi narasumber atau penggerak kesiapsiagaan ketika komunitas lain melakukan kegiatan serupa.
“Mudah-mudahan setelah ini, ketika ada tempat lain yang meminta hal yang sama, bapak-ibu siap dan bisa menjadi narasumber di kegiatan yang lain,” ujar Didi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!