Begini Proses DE Lulusan SMKN 7 Baleendah ini Jadi Teroris

ED
Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:34 WIB
Bagikan
Begini Proses DE Lulusan SMKN 7 Baleendah ini Jadi Teroris

VISI.NEWS | BANDUNG - Pada tahun 2018 Dananjaya Erbening (DE) alias Danan alias Abu Nibras melihat kerusuhan di Mako Brimob melalui televisi. "Dia lalu terinsipirasi dan terbangun militansinya untuk melakukan aksi teror dengan mencari informasi jual beli senjata api. Sejak itu Danan mulai menekuni bongkar-pasang dan jual-beli senjata api, " tulis Islah Bahrawi di akun twitternya @islah_bahrawi, Rabu (16/8/2023).

Setelah memiliki beberapa senjata api, ungkap Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) ini, Danan melakukan latihan menembak di Gunung Geulis dua bulan sekali selama masing-masing enam jam dengan menggunakan senjata Baikal Makarov. "Tujuannya untuk melakukan penyerbuan ke Mako Brimob Kelapa Dua sesuai apa yang pernah ditonton di televisi tentang kerusuhan di lokasi yang sama lima tahun lalu itu," ungkapnya.

Danan juga terinspirasi film propaganda ISIS tentang pertempuran Ghuwairan (pembebasan Napiter di Suriah). Dia berhasrat untuk membebaskan Napiter yang ditahan di Mako Brimob dengan menggunakan senjata api laras panjang dan pendek. Dalam rencananya, dia akan merebut senjata di gudang Brimob untuk dibagikan kepada Napiter dan berperang melawan polisi secara bersama-sama.

Sesuai pengakuannya, kata Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme Mabes Polri ini, Danan mulai menekuni ajaran ideologi Wahabi-Salafi sejak menjadi siswa di SMK 7 Baleendah, Bandung. "Dia rajin mengunjungi kajian ustadz William Maksum pada kisaran tahun 2010 di masjid Al-Hidayah, Komplek Bumi Sari Indah, Bandung. Sejak itu dia meyakini bahwa Indonesia adalah Toghut, karena tidak menggunakan Syari'ah Islam sebagai hukum negara, " tulisnya.

William Maksum sendiri telah ditangkap oleh Densus 88 pada tahun 2013 terkait jaringan Abu Roban (kelompok Cipacing). Ketika itu Densus 88 melakukan penggerebekan di rumah Anda Suhanda sampai akhirnya terjadi baku tembak. Tiga teroris tewas, sementara satu orang lainnya ditangkap hidup-hidup. William Maksum bebas tahun lalu dan telah menyatakan sumpah setia terhadap Pancasila dan NKRI.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.