Begini Proses DE Lulusan SMKN 7 Baleendah ini Jadi Teroris
VISI.NEWS | BANDUNG - Pada tahun 2018 Dananjaya Erbening (DE) alias Danan alias Abu Nibras melihat kerusuhan di Mako Brimob melalui televisi. "Dia lalu terinsipirasi dan terbangun militansinya untuk melakukan aksi teror dengan mencari informasi jual beli senjata api. Sejak itu Danan mulai menekuni bongkar-pasang dan jual-beli senjata api, " tulis Islah Bahrawi di akun twitternya @islah_bahrawi, Rabu (16/8/2023).
Setelah memiliki beberapa senjata api, ungkap Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) ini, Danan melakukan latihan menembak di Gunung Geulis dua bulan sekali selama masing-masing enam jam dengan menggunakan senjata Baikal Makarov. "Tujuannya untuk melakukan penyerbuan ke Mako Brimob Kelapa Dua sesuai apa yang pernah ditonton di televisi tentang kerusuhan di lokasi yang sama lima tahun lalu itu," ungkapnya.
Danan juga terinspirasi film propaganda ISIS tentang pertempuran Ghuwairan (pembebasan Napiter di Suriah). Dia berhasrat untuk membebaskan Napiter yang ditahan di Mako Brimob dengan menggunakan senjata api laras panjang dan pendek. Dalam rencananya, dia akan merebut senjata di gudang Brimob untuk dibagikan kepada Napiter dan berperang melawan polisi secara bersama-sama.
Sesuai pengakuannya, kata Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme Mabes Polri ini, Danan mulai menekuni ajaran ideologi Wahabi-Salafi sejak menjadi siswa di SMK 7 Baleendah, Bandung. "Dia rajin mengunjungi kajian ustadz William Maksum pada kisaran tahun 2010 di masjid Al-Hidayah, Komplek Bumi Sari Indah, Bandung. Sejak itu dia meyakini bahwa Indonesia adalah Toghut, karena tidak menggunakan Syari'ah Islam sebagai hukum negara, " tulisnya.
William Maksum sendiri telah ditangkap oleh Densus 88 pada tahun 2013 terkait jaringan Abu Roban (kelompok Cipacing). Ketika itu Densus 88 melakukan penggerebekan di rumah Anda Suhanda sampai akhirnya terjadi baku tembak. Tiga teroris tewas, sementara satu orang lainnya ditangkap hidup-hidup. William Maksum bebas tahun lalu dan telah menyatakan sumpah setia terhadap Pancasila dan NKRI.
"Dari hasil interogasi yang dilakukan, Danan hingga hari ini masih meyakini ajaran agama yang telah dia dapat sejak 13 tahun lalu itu. Menurutnya, dunia Islam hari ini sudah penuh dengan bid'ah, sementara praktik kehidupan Islam di Indonesia sudah bercampur baur dengan kebiasaan-kebiasaan orang kafir," ungkapnya.
"Sebagai contoh", katanya dengan tegas, "Yasinan di malam Jum'at adalah bid'ah dan merupakan warisan kaum jahiliyah."
Pernyataan Danan lainnya adalah pengharaman terhadap acara peringatan Maulid Nabi. Memainkan atau mendengarkan musik serta berdoa di atas kuburan adalah perbuatan yang juga haram karena telah menjurus kepada duplikasi budaya orang Yahudi dan kaum kafir lainnya.
Untuk mendobrak semua kemungkaran perilaku umat Islam di Indonesia tersebut, Danan lalu memutuskan untuk melakukan jihad. Menurutnya, salah satu tindakan Jihad adalah membunuh orang kufur sebanyak-banyaknya sebelum dia sendiri "mati Syahid" dan masuk sorga untuk bertemu 72 bidadari.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!