Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Beberapa Faktor Penghambat Anak Berpikir Kritis

Desi Rossilawati
Minggu, 26 Januari 2025 | 02:30 WIB
Bagikan
Beberapa Faktor Penghambat Anak Berpikir Kritis
VISI.NEWS | BANDUNG - Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu diasah sejak dini. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menghambat pengembangannya pada anak. Menurut Psikolog, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, MPsi, berikut adalah tiga faktor utama yang perlu diperhatikan: Salah satu hambatan terbesar adalah respons negatif dari lingkungan ketika anak mencoba menyampaikan pendapat atau perasaannya. Jika anak mendapatkan reaksi yang buruk, seperti kemarahan, mereka cenderung enggan berbicara terbuka di masa depan. “Misal ketika dia mengatakan 'aku tadi dapat nilai ulangan yang jelek,’ jika respons dari lingkungan berupa kemarahan atau hal negatif lainnya, anak tidak akan merasa nyaman untuk terbuka lagi di kemudian hari,” ujar Prof. Rose Mini. Padahal, kebebasan untuk menyampaikan pendapat tanpa takut dihakimi adalah elemen penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis membutuhkan banyak informasi sebagai dasar analisis. “Orang yang bisa berpikir kritis adalah mereka yang memiliki banyak informasi dalam otaknya, yang diperoleh dari pengalaman hidup, apa yang dibaca, dan apa yang dilihat,” ucapnya. Jika anak kurang mendapat stimulasi, seperti pengalaman baru, bacaan beragam, atau diskusi, kemampuan berpikir kritisnya bisa terhambat. “Jika seorang anak selalu diharuskan untuk menuruti apa yang dikatakan orang tua atau guru, kemampuan berpikir kritisnya bisa melemah,” tambahnya.
  • Tidak Dibiasakan untuk Menelaah Secara Mendalam
Memberi anak jawaban instan tanpa mendorong mereka untuk berpikir atau menganalisis membuat mereka sulit mengembangkan keterampilan berpikir kritis. “Berpikir kritis tidak selalu berarti mengkritik. Orang yang berpikir kritis akan menunda pengambilan keputusan atau penilaian, karena dia ingin mempertimbangkan lebih dalam situasi yang dihadapi,” jelas Prof. Rose Mini. Orangtua dan lingkungan perlu mendorong anak untuk menelaah alasan di balik suatu pernyataan atau pendapat tanpa reaksi berlebihan. Misalnya, jika anak menyampaikan sesuatu yang tidak disukai, tanyakan alasannya secara detail. “Penting untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap pernyataan anak, tetapi lebih menanyakan detail, seperti apa yang membuat sesuatu terasa tidak enak baginya,” ungkapnya. Kemampuan berpikir kritis dapat tumbuh optimal jika anak diberikan lingkungan yang mendukung, pengalaman yang beragam, dan kebiasaan untuk menelaah setiap situasi dengan lebih mendalam. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.