"Bathub" Putra Mahkota yang Menembus Zaman
Meski telah berpindah-pindah tempat, kondisi jambangan batu masih terawat dengan baik sehingga pengunjung dapat melihat langsung detail pahatan yang dibuat para seniman Kerajaan Kadiri hampir sembilan abad lalu.
Membaca Peradaban dari Sebuah Bak Mandi
Bagi Edi Sudjono, anggota Tim Gowes VISI.NEWS, keberadaan jambangan batu tersebut menjadi bukti betapa majunya peradaban Nusantara pada masa lampau.
"Ketika melihat langsung jambangan batu ini, saya merasa seperti sedang membaca lembaran sejarah yang masih utuh. Bayangkan, hampir 900 tahun lalu masyarakat Kadiri sudah mampu membuat karya batu dengan fungsi, nilai seni, dan makna spiritual yang luar biasa. Ini bukan sekadar bak mandi, tetapi simbol kebesaran peradaban Jawa kuno," ujar Edi.
Edi menilai koleksi tersebut layak menjadi kebanggaan nasional karena sangat jarang ditemukan di museum lain di Indonesia.
"Kalau sekarang orang mengenal bathub modern, ternyata leluhurnya sudah ada sejak zaman Kerajaan Kadiri. Bedanya, jambangan batu ini tidak hanya berfungsi untuk mandi, tetapi juga menjadi bagian dari ritual penyucian diri para penguasa. Nilai sejarahnya sangat tinggi," tambahnya.
Menyelami Warisan Kediri Kuno
Kekaguman serupa juga diungkapkan Andi Rahardi ketika menjelaskan antusiasme para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
"Banyak pengunjung yang terkejut ketika mengetahui usia benda ini. Mereka tidak menyangka ada bak mandi kerajaan yang masih bisa dilihat secara langsung hingga sekarang. Karena itulah jambangan batu selalu menjadi koleksi yang paling sering ditanyakan," tuturnya.
Selain jambangan batu, Museum Airlangga juga menyimpan ratusan koleksi arkeologi lain seperti altar batu, gentong batu, arca Sivanandi, arca Wisnu, arca Parwati, serta berbagai peninggalan Kerajaan Kadiri dan masa klasik Jawa Timur.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!