Bangkok Rusak Akibat Gempa Myanmar, Ini Penjelasan BMKG
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 29 Maret 2025 | 22:04 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025) dan terasa hingga Bangkok, Thailand. Guncangan ini menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk runtuhnya gedung 30 lantai yang direncanakan menjadi kantor pemerintah. Puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan, sementara beberapa jalan utama di Bangkok dilaporkan amblas akibat gempa.
Menanggapi fenomena ini, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa Bangkok mengalami kerusakan karena efek Vibrasi Periode Panjang (Long Vibration Period).
"Dimana gelombang gempa yang sumbernya jauh akan direspon oleh tanah lunak. Endapan sedimen tanah lunak tebal di Bangkok dapat merespon gempa dari jauh hingga membentuk resonansi yang mengancam gedung-gedung tinggi," ujar Daryono, Sabtu (29/3/2025).
Fenomena ini juga pernah terjadi di Mexico City pada 1985, ketika gempa M 8,1 di zona subduksi Cocos menyebabkan kerusakan hebat di ibu kota Meksiko, meskipun episentrum gempa berjarak 350 km dari kota.
Menurut Daryono, Mexico City dan Bangkok memiliki karakteristik tanah yang mirip, yaitu tanah reklamasi atau endapan lunak yang tidak terkonsolidasi. Tanah jenis ini sangat berbahaya jika terkena guncangan gempa kuat, karena dapat memperbesar efek getaran.
Selain itu, kerusakan di Bangkok juga diduga dipengaruhi oleh efek direktivitas, yakni fenomena di mana energi gempa terkonsentrasi dalam satu arah tertentu.
"Efek ini dapat terjadi pada gempa bumi. Semakin tinggi direktivitas, semakin terkonsentrasi energi dalam satu arah,"pungkas Daryono. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!