Bang Romy, "Abdi mah palay ngadorong, eh malah didorong"
Dalam "reuni" ini, bupati merasa bersyukur dua orang mantan gurunya di madrasah H. Toha dan H. Jeje masih sehat dan bisa hadir dalam pertemuan tersebut. "Abdi merasa bersyukur dua guru abdi masih sehat, padahal yuswana tos langkung ti 80 taun. Abdi moal tiasa kieu upami teu dididik ku bapa-bapa guru abdi ieu. Ku margi kitu, abdi ngahaja, bade ngaberangkatkeun guru abdi ieu kanggo umroh," ungkapnya disambut yang hadir.
Waladun Sabikun
Sementara dalam tausiahnya, Ketua DKM Al Fathir K.H. Agus Asqolany mengungkapkan bahwa ayahnya bupati dulu terpakai oleh warga, sampai seumur-umur jadi RT (Rukun Tetangga).
"Sekarang anaknya menjadi bupati. Waladun sabikun, yang jadi anak menyalip ayahnya," ungkapnya.
Anugrah seperti ini, kata KH Agus, artinya kita itu harus amanah. Kita itu harus sidik. "Lalau bagaimana menyikapi sebagai pemimpin? Jangan pernah mau mundur untuk membela kebenaran," ujarnya.
Pemimpinnya harus amanah, rakyatnya juga kata KH Agus harus terbiasa mengakui dan mendukung pemerintahan yang resmi. "Kata rosul, kalau ada warga yang tidak mengakui pemerintahan resmi, kalau dia mati, matinya dalam keadaan jahiliah," tegasnya.
@mpa/asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!