Bang Romy, "Abdi mah palay ngadorong, eh malah didorong"
VISI.NEWS | SOREANG - H. Asep Romy, atau yang dikenal dengan panggilan Bang Romy, menuturkan bahwa ia tidak menyangka perjalanan hidupnya bisa sampai sekarang. Padahal, masa lalunya penuh dengan keprihatinan.
"Saya kalau ingat masa lalu sangat terharu. Dulu, waktu sekolah di Madrasah Ibtidaiyah pergi ke madrasah nyeker," ujarnya saat berdialog dengan teman-temannya alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Misbach, Tegalluar, di Soreang, Kamis (27/7/2023) malam.
Oleh karenanya, kata pria yang baru terpilih lagi sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Bandung ini, ia tidak punya niatan sama sekali untuk maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI.
"Tadi na mah abdi ukur ngadorong we, eh malah didorong, dipiwarang nyalonkeun ka pusat. Padahal ustadz jeung tokoh di Kabupaten Bandung teh seueur, abdi mah masih rock & roll," ujar Bang Romy sambil tersenyum.
Diungkapkannya, keengganan itu akhirnya berubah setelah melihat perubahan yang ada di daerahnya Tegalluar. Daerahnya itu, sebelum ada warga setempat yang jadi pejabat dan sesudahnya banyak yang akan berubah.
"Kapungkur jalan di Tegalluar sabaraha kali ngajengkeun ditolak deui di tolak deui. Tapi, sanggeusna aya urang Tegalluar anu janten pejabat, ayeuna mah diperhatoskeun. Abdi mah sing aya manfaatna kanggo jalmi seueur," ungkapnya.
Lain, Bang Romy, lain yang disampaikan H.M. Dadang Supriatna yang juga sama-sama alumni dari MI yang berada di Kampung Sapan ini. Bupati Bandung yang alumni MI Ponpes Al Misbach ini mengungkapkan, dirinya waktu di madrasah tersebut pernah menjadi tukang es mambo keliling.
"Sampai rumah, kalau mau pergi ke madrasah rambut pakai minyak jelantah dulu, biar terlihat lucir," ungkapnya disambut tawa para alumni yang hadir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!