Bandung Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI 2027
“Kelihatannya ke Bandung ini akan banyak yang berminat untuk hadir. Total jumlah anggota Jejaring Kota Pusaka Indonesia itu 79 kota kabupaten,” ujarnya.
Menurutnya, Rakernas JKPI bukan sekadar forum pertemuan antarpemerintah daerah. Agenda tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, arsitektur, seni, dan berbagai karakter khas yang dimiliki setiap daerah anggota.
Bagi Bandung, momentum tersebut dinilai penting karena kota ini memiliki karakter sejarah yang berbeda dengan sejumlah kota pusaka lain di Indonesia.
Adi menyebut Bandung berkembang sebagai kota modern dan kosmopolitan. Kota ini tidak tumbuh dari latar belakang kerajaan seperti sejumlah daerah lain, melainkan berkembang dengan pertemuan berbagai pengaruh budaya dan sejarah.
“Bandung ini memang salah satu ikon menjadi kota kosmopolitan. Dibangunnya juga memang di era modern. Bandung bukan zaman kerajaan,” katanya.
Karakter tersebut akan menjadi salah satu kekuatan yang ditawarkan Bandung kepada para peserta Rakernas JKPI XIII. Salah satu ikon sejarah paling kuat yang dimiliki Bandung adalah Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 1955 dan menjadikan Bandung dikenal di tingkat internasional.
Selain sejarah Konferensi Asia Afrika, Bandung juga memiliki kekayaan arsitektur, khususnya bangunan bergaya Art Deco yang menjadi salah satu ciri khas wajah kota.
“Jelas ikonnya itu kan Konferensi Asia Afrika. Kemudian tentu arsitekturnya arsitektur Art Deco. Selain itu Bandung juga kaya dengan budaya tradisional,” tutur Adi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!