Sarifah Ainun Dorong Aturan Sisa Kuota Internet Tak Hangus Diperkuat Lewat Permen Komdigi 1 Sep 2026 Salah Rute, Pesawat Korea Ditembak Jet Tempur, 269 Tewas 1 Sep 2026 Semangka Bisa Bantu Lancarkan BAB, Ini Penjelasannya 1 Sep 2026 Gaji Pensiunan PNS September 2026 Cair, Ini Rinciannya 1 Sep 2026 300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka, Ini Kriteria Penerimanya 1 Sep 2026 Polisi Ungkap Ciri-Ciri Mayat Wanita yang ditemukan dalam Kardus di Bandung 1 Sep 2026 Lansia Tewas di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, Diduga Dihantam Batu 1 Sep 2026 Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina 1 Sep 2026 Sidang Richard Lee Ungkap Skincare Barang Bukti Bukan dari Official Store 1 Sep 2026 Bupati Pangandaran Buka Suara Usai Terjatuh di Jembatan Pongpet 1 Sep 2026 Sarifah Ainun Dorong Aturan Sisa Kuota Internet Tak Hangus Diperkuat Lewat Permen Komdigi 1 Sep 2026 Salah Rute, Pesawat Korea Ditembak Jet Tempur, 269 Tewas 1 Sep 2026 Semangka Bisa Bantu Lancarkan BAB, Ini Penjelasannya 1 Sep 2026 Gaji Pensiunan PNS September 2026 Cair, Ini Rinciannya 1 Sep 2026 300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka, Ini Kriteria Penerimanya 1 Sep 2026 Polisi Ungkap Ciri-Ciri Mayat Wanita yang ditemukan dalam Kardus di Bandung 1 Sep 2026 Lansia Tewas di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, Diduga Dihantam Batu 1 Sep 2026 Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina 1 Sep 2026 Sidang Richard Lee Ungkap Skincare Barang Bukti Bukan dari Official Store 1 Sep 2026 Bupati Pangandaran Buka Suara Usai Terjatuh di Jembatan Pongpet 1 Sep 2026

Bandung Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI 2027

ED
PN
Selasa, 1 September 2026 | 09:08 WIB
Bagikan
Bandung Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI 2027

VISI.NEWSKota Bandung dipastikan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jejaring Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-13 pada 2027 mendatang. Kepastian tersebut ditetapkan dalam Rakernas JKPI ke-12 yang digelar di Ternate, Maluku Utara, pada 26-30 Agustus 2026.

Penetapan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mulai mematangkan berbagai persiapan sebagai tuan rumah agenda nasional yang mempertemukan pemerintah daerah dari berbagai kota dan kabupaten anggota JKPI.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan persiapan menjadi tuan rumah sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya. Dengan adanya penetapan secara definitif di Rakernas JKPI ke-12, Pemkot Bandung kini mulai memperkuat persiapan, terutama dari sisi penganggaran dan konsep kegiatan.

“Alhamdulillah kemarin baru pulang dari Ternate. Di sana ada rapat kerja nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia atau sekarang disebut Jejaring Kota Pusaka Indonesia ke-12 di Ternate. Pada saat Rakernas kemarin sudah diputuskan tahun depan Kota Bandung definitif menjadi tuan rumah Rakernas JKPI ke-13,” ujar Adi di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026).

Menurut Adi, persiapan sebagai tuan rumah pada 2026 menjadi tahapan penting agar pelaksanaan Rakernas tahun depan dapat berjalan dengan baik. Salah satu hal yang mulai disiapkan adalah kebutuhan anggaran untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan.

“Persiapannya tentu di tahun ini sebagai tuan rumah harus mempersiapkan sisi anggaran. Kalau konsep acara masih akan dibicarakan karena Pak Wali juga kemarin baru memberikan arahan-arahan umum,” katanya.

Bandung Siapkan Sejarah, Budaya hingga Kuliner

Adi mengatakan, Bandung memiliki peluang besar menjadi magnet bagi pemerintah daerah anggota JKPI untuk hadir dalam Rakernas mendatang. Saat ini, JKPI memiliki sekitar 79 anggota yang terdiri dari kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia.

“Kelihatannya ke Bandung ini akan banyak yang berminat untuk hadir. Total jumlah anggota Jejaring Kota Pusaka Indonesia itu 79 kota kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya, Rakernas JKPI bukan sekadar forum pertemuan antarpemerintah daerah. Agenda tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, arsitektur, seni, dan berbagai karakter khas yang dimiliki setiap daerah anggota.

Bagi Bandung, momentum tersebut dinilai penting karena kota ini memiliki karakter sejarah yang berbeda dengan sejumlah kota pusaka lain di Indonesia.

Adi menyebut Bandung berkembang sebagai kota modern dan kosmopolitan. Kota ini tidak tumbuh dari latar belakang kerajaan seperti sejumlah daerah lain, melainkan berkembang dengan pertemuan berbagai pengaruh budaya dan sejarah.

“Bandung ini memang salah satu ikon menjadi kota kosmopolitan. Dibangunnya juga memang di era modern. Bandung bukan zaman kerajaan,” katanya.

Karakter tersebut akan menjadi salah satu kekuatan yang ditawarkan Bandung kepada para peserta Rakernas JKPI XIII. Salah satu ikon sejarah paling kuat yang dimiliki Bandung adalah Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 1955 dan menjadikan Bandung dikenal di tingkat internasional.

Selain sejarah Konferensi Asia Afrika, Bandung juga memiliki kekayaan arsitektur, khususnya bangunan bergaya Art Deco yang menjadi salah satu ciri khas wajah kota.

“Jelas ikonnya itu kan Konferensi Asia Afrika. Kemudian tentu arsitekturnya arsitektur Art Deco. Selain itu Bandung juga kaya dengan budaya tradisional,” tutur Adi.

Kekayaan budaya tradisional Bandung juga akan menjadi bagian dari materi yang ditawarkan kepada para tamu. Adi menyebut kesenian seperti benjang dan Ulin Barong yang berkembang di wilayah timur Kota Bandung sebagai contoh kekayaan budaya lokal yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Tidak hanya budaya Sunda, Bandung juga memiliki keragaman budaya dari berbagai komunitas, termasuk komunitas Tionghoa yang turut menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan Kota Bandung.

Di bidang musik, Bandung juga dikenal memiliki ekosistem yang sangat beragam. Mulai dari musik jazz hingga musik metal berkembang dan memiliki komunitasnya masing-masing.

“Dari mulai yang jazz sampai yang metal. Metal itu yang ada di Ujungberung. Burgerkill itu kan mendunia, underground,” ujarnya.

Keragaman tersebut menjadi gambaran bahwa identitas Bandung tidak hanya dibangun dari peninggalan sejarah masa lalu, tetapi juga dari perkembangan budaya kontemporer yang terus tumbuh.

Kuliner juga akan menjadi salah satu bagian penting yang berpotensi ditawarkan kepada para peserta Rakernas. Pemkot Bandung ingin memanfaatkan kehadiran para delegasi dari berbagai daerah untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan kreativitas ekonomi lokal.

Adi mengatakan berbagai potensi tersebut akan dikemas sehingga para peserta tidak hanya mengikuti agenda Rakernas, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai karakter Kota Bandung.

“Banyak sekali akan kita tawarkan dan kita persilakan nanti para tamu untuk menikmati kekayaan khasanah sejarah budaya, termasuk seni budaya tradisional yang ada di Kota Bandung,” katanya.

Dengan jumlah anggota JKPI yang mencapai sekitar 79 kota dan kabupaten, pelaksanaan Rakernas JKPI XIII di Bandung juga berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Kehadiran delegasi dari berbagai daerah dapat mendorong aktivitas di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pemkot Bandung kini memiliki waktu untuk mematangkan konsep kegiatan sekaligus memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung. Arahan umum dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan akan menjadi salah satu dasar dalam menyusun konsep penyelenggaraan Rakernas.

Melalui momentum tersebut, Bandung tidak hanya menjadi lokasi pertemuan pemerintah daerah anggota JKPI, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan identitasnya sebagai kota kosmopolitan yang memiliki kekayaan sejarah, arsitektur, seni budaya tradisional, musik, hingga kuliner.

Rakernas JKPI XIII pada 2027 diharapkan menjadi ruang bertukar pengalaman antardaerah dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu kota yang memiliki kekayaan pusaka dan budaya yang terus berkembang.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.