Bandung Diselimuti Udara Dingin, Kelembapan Sentuh 100 Persen Pagi Ini
VISI.NEWS | BANDUNG – Warga Kota Bandung kembali merasakan udara sejuk pada Rabu (3/6/2026) pagi. Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, wilayah Bandung Raya didominasi kondisi langit sebagian berawan sejak dini hari dengan suhu udara yang relatif dingin serta tingkat kelembapan mencapai angka maksimal 100 persen.
Data prakiraan cuaca per jam menunjukkan kondisi atmosfer di Kota Bandung cenderung stabil pada awal hari. Peluang hujan terpantau sangat rendah sehingga aktivitas masyarakat pada pagi hari diperkirakan dapat berlangsung tanpa gangguan cuaca berarti.
Sejak pukul 04.00 WIB, langit Bandung terlihat sebagian berawan dengan suhu udara berada di angka 21 derajat Celsius. Suhu yang dirasakan tubuh atau *real feel* juga tercatat sama, yakni 21 derajat Celsius, menandakan kondisi udara yang nyaman bagi warga yang mulai beraktivitas sejak dini hari.
Tingkat tutupan awan pada waktu tersebut mencapai 59 persen. Meski awan cukup mendominasi langit, potensi hujan hanya berada di angka 3 persen dengan curah hujan tercatat nol milimeter.
Angin bertiup sangat lemah dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 2 kilometer per jam. Kondisi ini membuat udara terasa tenang dan dingin, terutama di kawasan dataran tinggi dan wilayah pinggiran Kota Bandung.
Yang menjadi perhatian adalah tingkat kelembapan udara yang mencapai 100 persen. Kondisi tersebut menyebabkan udara terasa lebih lembap dan berpotensi memunculkan embun tebal pada permukaan tanaman, kendaraan, maupun area terbuka lainnya.
Kelembapan maksimal juga dapat memicu terbentuknya kabut tipis di sejumlah kawasan yang memiliki elevasi lebih tinggi seperti wilayah Bandung Utara dan kawasan perbukitan di sekitar Bandung Raya.
Selain itu, indeks ultraviolet (UV) pada pukul 04.00 WIB masih berada di angka nol dari skala maksimum 11. Hal ini menunjukkan belum adanya paparan sinar matahari yang mencapai permukaan bumi karena posisi matahari masih berada di bawah horizon.
Cuaca Stabil Menjelang Matahari Terbit
Memasuki pukul 05.00 WIB, kondisi cuaca di Bandung tidak mengalami perubahan signifikan. Langit masih tetap berada dalam kategori sebagian berawan dengan suhu udara yang bertahan di angka 21 derajat Celsius.
Suhu yang dirasakan masyarakat juga tetap berada di angka yang sama. Kecepatan dan arah angin tidak mengalami perubahan, masih bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 2 kilometer per jam.
Meski demikian, terdapat sedikit perubahan pada tingkat tutupan awan. Persentase awan berkurang dari 59 persen menjadi 48 persen menjelang terbitnya matahari.
Penurunan tutupan awan ini membuka peluang bagi sinar matahari untuk mulai muncul secara bertahap setelah pukul 06.00 WIB.
Sementara itu, kelembapan udara tetap bertahan pada angka maksimal 100 persen. Peluang hujan juga masih sangat kecil, yakni hanya 3 persen dengan curah hujan tetap nol milimeter.
Indeks UV pada pukul 05.00 WIB juga masih berada di angka nol, menandakan radiasi matahari belum memberikan dampak berarti terhadap kondisi cuaca di permukaan.
Cuaca Mendukung Aktivitas Pagi
Secara umum, kondisi cuaca Bandung pada awal hari ini dinilai cukup ideal untuk berbagai aktivitas luar ruangan seperti olahraga pagi, bersepeda, jogging, maupun perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah.
Tidak terdapat indikasi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, maupun angin kencang yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat pada pagi hari.
Suhu yang berada di kisaran 21 derajat Celsius juga memberikan kenyamanan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan tanpa harus menghadapi cuaca terlalu panas.
Namun demikian, pengendara kendaraan bermotor tetap disarankan berhati-hati karena kelembapan tinggi dapat menyebabkan jalanan menjadi lebih licin akibat embun, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi lebat atau berada di dataran tinggi.
Potensi Perubahan Cuaca Siang dan Sore
Meski kondisi pagi relatif stabil, masyarakat tetap diminta untuk memantau perkembangan cuaca sepanjang hari. Karakteristik cuaca di wilayah Cekungan Bandung dikenal cukup dinamis dan dapat berubah dalam waktu singkat.
BMKG mengingatkan bahwa peningkatan suhu udara pada siang hari berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan lokal pada sore hingga malam hari.
Fenomena tersebut umum terjadi di wilayah Bandung, terutama pada masa peralihan musim ketika pemanasan permukaan bumi pada siang hari memicu pembentukan awan hujan di kawasan pegunungan yang mengelilingi Bandung Raya.
Karena itu, masyarakat yang memiliki aktivitas hingga sore hari disarankan tetap menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi.
Dengan suhu sejuk, angin yang tenang, dan minim potensi hujan pada pagi hari, cuaca Bandung pada Rabu ini memberikan awal hari yang nyaman bagi warga. Namun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dinamika cuaca di wilayah Bandung dapat berubah seiring meningkatnya aktivitas atmosfer menjelang siang dan sore hari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!