Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

Bandung Bidik 24 Juta Wisatawan

ED
PN
Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:30 WIB
Bagikan
Bandung Bidik 24 Juta Wisatawan

VISI.NEWSKembali beroperasinya penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menjadi salah satu modal Pemerintah Kota Bandung untuk mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menarik investasi.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan kunjungan wisatawan ke kota ini dapat mencapai 23 juta hingga 24 juta kunjungan pada akhir 2026. Hingga saat ini, jumlah kunjungan wisatawan yang tercatat telah mencapai sekitar 12 juta.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dampak pembukaan kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara terhadap sektor pariwisata dan investasi masih terus dievaluasi.

Namun, dia optimistis, tersedianya kembali konektivitas udara akan memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu tujuan wisata sekaligus membuka peluang investasi yang lebih besar.

"Euforianya sih dapat. Tapi realisasinya ini memang belum kita ukur dengan benar," kata Farhan di Hotel Grandia, Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).

Menurut Farhan, salah satu indikator yang kini masih dievaluasi adalah pengalaman penumpang setelah Bandara Internasional Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan jet.

Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan pembukaan kembali layanan penerbangan tersebut tidak hanya menimbulkan antusiasme sesaat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan dan perekonomian.

"Sejauh ini Kota Bandung itu sudah mendapatkan 12 juta kunjungan. Kami perkirakan sampai bisa 23-24 juta kunjungan di akhir tahun," ujarnya.

Pemkot Bandung juga memasang target cukup ambisius terhadap operasional penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Pada tahun pertama, bandara tersebut ditargetkan mampu melayani sedikitnya 1 juta penumpang. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata sekitar 3.000 penumpang setiap hari.

Sementara itu, kapasitas terpasang Bandara Internasional Husein Sastranegara disebut dapat mencapai sekitar 2,7 juta penumpang per tahun.

"Target kita setahun pertama ini minimal bisa dapat 1 juta penumpang. Mudah-mudahan ini bisa bertambah dengan signifikan," tutur Farhan.

Modal konektivitas Bandung

Farhan menilai, keberadaan kembali penerbangan jet akan semakin melengkapi konektivitas Kota Bandung.

Menurut dia, Bandung saat ini telah terhubung melalui berbagai moda transportasi, mulai dari jaringan jalan tol hingga jalur kereta api. Konektivitas udara diharapkan semakin mempermudah mobilitas wisatawan dan pelaku usaha.

"Bandung sudah sangat terkoneksi dengan sangat baik," ucapnya.

Konektivitas tersebut, kata Farhan, diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan domestik, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

Menurut dia, meningkatnya jumlah wisatawan asing dapat memberikan dampak lanjutan terhadap investasi.

Kunjungan wisatawan mancanegara dinilai dapat menjadi pintu masuk masuknya investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Kota Bandung.

Meski demikian, Farhan mengakui Bandung masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbesar arus investasi asing.

Salah satu strategi yang ingin didorong adalah menjadikan Bandung sebagai pusat keuangan atau financial hub.

Menurut Farhan, penguatan sektor keuangan akan menciptakan ekosistem investasi yang lebih kuat. Ekosistem tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari asuransi, saham hingga instrumen surat berharga lainnya.

"Kalau Bandung sudah jadi financial hub, asuransi, saham dan surat berharga lainnya, investasi asing pasti akan masuk lebih banyak," jelasnya.

Bidik investor lewat Investor Day

Dorongan untuk meningkatkan investasi juga menjadi salah satu agenda Pemerintah Kota Bandung melalui gelaran Investor Day 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bandung kembali membuka peluang investasi di berbagai sektor seiring semakin terhubungnya Kota Bandung dan pengembangan sejumlah sektor strategis.

Farhan mengatakan, pembukaan kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara, penataan pasar tradisional, serta pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan menjadi sejumlah peluang yang ditawarkan kepada investor.

"Pada kesempatan sekarang kita membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk masuk Kota Bandung. Berbagai macam peluang itu besar sekali," kata Farhan.

Salah satu insentif yang disiapkan Pemkot Bandung adalah kebijakan PBB Rp 1 bagi gedung-gedung yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan memiliki Surat Keputusan dari Pemkot Bandung.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menarik investor untuk menghidupkan kembali bangunan-bangunan bersejarah tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.

"Sehingga akan bisa mengundang para investor untuk bisa masuk dan membangun kembali gedung-gedung cagar budaya itu tanpa menghilangkan karakternya sama sekali," ujarnya.

Farhan menilai sektor pariwisata dan perdagangan masih menjadi peluang investasi terbesar di Kota Bandung.

Masuknya investasi di kedua sektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha dan menciptakan efek berganda bagi masyarakat.

Selain pariwisata dan perdagangan, Pemkot Bandung juga mulai membidik sektor pendidikan tinggi.

Dengan banyaknya perguruan tinggi berkualitas, Bandung dinilai memiliki potensi besar menjadi magnet bagi talenta dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan.

"Dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas yang banyak di Kota Bandung, kami ingin mengundang talenta-talenta terbaik di luar Kota Bandung untuk berkuliah di Kota Bandung," ajaknya.

Target investasi Rp 11 triliun

Pemkot Bandung menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 11 triliun sepanjang 2026.

Farhan optimistis target tersebut dapat tercapai karena hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Kota Bandung telah menembus lebih dari Rp 6 triliun.

"Target sebetulnya Rp 11 triliun, tapi insyaallah bisa tercapai karena di semester satu saja sudah tercapai lebih dari Rp 6 triliun," ujarnya.

Pencapaian investasi tersebut menjadi modal bagi Bandung untuk mengejar visi yang lebih besar, yakni menjadi technology hub.

Namun, menurut Farhan, pengembangan ekosistem teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor finansial.

Karena itu, ia mendorong transformasi Bandung menjadi financial hub yang dapat menopang kebutuhan pembiayaan dan investasi bagi pertumbuhan industri berbasis teknologi.

Ia bahkan menyebut Bandung memiliki potensi untuk masuk dalam pengembangan kawasan pusat keuangan dan investasi nasional.

"Bandung itu pas banget kalau dijadikan sebagai PFI (Pusat Finansial Indonesia)," kata Farhan.

Menurut dia, Bandung memiliki sejumlah keunggulan untuk mengembangkan industri berbasis teknologi, termasuk peluang pembangunan data center.

Kondisi geografis Bandung yang relatif sejuk dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung efisiensi operasional pusat data.

Farhan juga melihat peluang pembangunan data center secara vertikal di sejumlah lokasi di Kota Bandung.

Dari sisi energi, dukungan pasokan listrik juga diharapkan semakin kuat dengan rencana suplai dari Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok Nangka dalam beberapa tahun mendatang.

"Bandung sudah sangat siap untuk menjadi salah satu PFI," tuturnya.

Dengan penguatan konektivitas udara, target peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan investasi, pengembangan sektor pendidikan tinggi, serta visi menjadi pusat teknologi dan keuangan, Pemkot Bandung berharap kota ini tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata.

Bandung juga diharapkan dapat berkembang sebagai kota yang semakin menarik bagi investor, talenta, industri teknologi, dan kegiatan ekonomi berskala nasional maupun internasional.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.