Bandara Husein Sastranegara Masih Ditutup, 14 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Bandara Husein Sastranegara Bandung./visi.news/ist.
Menurut Irman, pada awalnya NOTAM diperbarui secara berkala. Namun untuk Senin, pemberlakuannya ditetapkan sejak pagi hingga sore.
"Jadi NOTAM tersebut kemarin per satu jam di-upgrade terus. Tetapi untuk hari ini, mulai tadi jam 8 pagi sampai dengan jam 6 sore, tentu NOTAM tersebut sudah berlaku," ujar Irman.
Irman menjelaskan terdapat perkembangan terbaru pada Senin pagi. Pemeriksaan menggunakan paper test di area Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 09.30 WIB menunjukkan hasil negatif.
Namun, hasil tersebut belum dapat menjadi alasan untuk langsung membuka kembali aktivitas penerbangan.
"Memang untuk saat ini pukul 09.30, pengecekan menggunakan paper test di wilayah bandara (Husein) sendiri sudah negatif. Tetapi itu bukan berarti kumpulan abu vulkanik di aerodrome sudah tidak ada," ungkapnya.
Irman mengingatkan abu vulkanik tidak selalu berada di permukaan bandara. Material vulkanik masih mungkin berada di lapisan udara tertentu dan menjadi pertimbangan keselamatan penerbangan.
"Bisa saja di udara di level-level tertentu. Sampai dengan saat ini dilihat dari citra satelit, pergerakan tersebut berada di wilayah sebelah selatan," katanya.
Karena itu, keputusan pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara tidak hanya ditentukan berdasarkan kondisi yang terlihat di permukaan bandara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!