Bandara Husein Sastranegara Masih Ditutup, 14 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Bandara Husein Sastranegara Bandung./visi.news/ist.
"Dari Bandung naik kereta api ke arah Jogja, Semarang, Solo, Surabaya, dan Malang. Itu yang terjadi. Sementara kalau di bandara, memang masih ada no fly ya," ujarnya.
Danlanud Husein Sastranegara Marsma TNI Irman Fathurrahman menjelaskan keputusan penutupan bandara dilakukan setelah koordinasi dengan AirNav dan BMKG.
Menurut Irman, paparan abu vulkanik awalnya terdeteksi di wilayah Jakarta. Pemeriksaan kemudian dilakukan di Bandara Husein menggunakan paper test untuk memastikan keberadaan abu vulkanik.
"Jadi kita mulai dari kemarin ya, koordinasi dengan AirNav dengan BMKG. Dari mulai pagi di mana isu tersebut memang di Jakarta sudah positif, sudah ada penampakan namanya menggunakan paper test," terangnya.
Irman menjelaskan paper test merupakan metode pengecekan untuk mengetahui apakah abu vulkanik sudah berada di suatu wilayah.
"Paper test itu namanya pengecekan apakah sudah ada abu vulkanik di wilayah tersebut. Nah menggunakan paper test tersebut sampai dengan jam 10 kemarin siang masih negatif. Tetapi jam 11, abu tersebut sudah turun. Perjalanan dari arah barat ke arah timur," ungkapnya.
Setelah abu terdeteksi, koordinasi dilakukan bersama otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan. AirNav kemudian menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menjadi dasar pemberitahuan terkait pembatasan aktivitas penerbangan.
"Kemudian kita koordinasi dengan otoritas bandara, ya perwakilan dari Kementerian Perhubungan, kemudian dengan AirNav, kemudian mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen). Semuanya sudah mendapatkan NOTAM tersebut sampai dengan hari ini jam 18.00 NOTAM tersebut masih berlaku," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!