Balikpapan Jadi Panggung Industri Timur Indonesia, IEE Series 2026 Resmi Digelar
VISI NEWS | BALIKPAPAN – Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series resmi menggelar penyelenggaraan perdananya di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kehadiran ajang ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelaku industri pertambangan, konstruksi, dan minyak serta gas bumi (migas) ke kawasan Indonesia Timur yang tengah mengalami pertumbuhan pesat.
Pembukaan IEE Series Balikpapan 2026 dilakukan pada Rabu lalu di BSCC Dome Balikpapan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur bersama perwakilan asosiasi pendukung serta manajemen Pamerindo Indonesia.
Pameran yang berlangsung hingga 12 Juni 2026 itu menghadirkan tiga pameran utama sekaligus, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Ketiganya dipadukan dalam satu ekosistem industri terintegrasi yang dirancang untuk mendekatkan pelaku usaha dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Lebih dari 100 perusahaan, asosiasi, dan organisasi ambil bagian dalam ajang tersebut dengan menghadirkan lebih dari 200 merek dagang dari sedikitnya 10 negara. Seluruh peserta menempati area pameran seluas lebih dari 5.000 meter persegi.
Kehadiran IEE Series Balikpapan tidak lepas dari pesatnya perkembangan Kalimantan Timur yang saat ini menjadi salah satu wilayah paling dinamis di Indonesia. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi sektor pertambangan dan migas, pembangunan infrastruktur strategis, serta keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berkembang.
Sebagai salah satu daerah penghasil energi terbesar di Tanah Air, Kalimantan Timur selama puluhan tahun menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi nasional. Namun, ke depan tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, melainkan juga bagaimana mewujudkan pengelolaan energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Bambang Arwanto, A.P., M.Si., menegaskan bahwa transformasi industri energi nasional kini menjadi bagian dari arah pembangunan daerah.
"Inovasi adalah kunci. Karena dunia sedang menghadapi perubahan besar, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, digitalisasi semakin luas, kecerdasan buatan mulai masuk ke beberapa sektor industri, dan tujuan terhadap efisiensi yang berkelanjutan pun semakin tinggi. Tema besar Energy dan Engineering ini menjadi sangat relevan untuk membicarakan arah transformasi," ujarnya.
Menurut Bambang, platform industri seperti IEE Series memiliki peran penting sebagai katalis yang mempertemukan inovasi, investasi, serta peluang kolaborasi antarpemangku kepentingan.
"Kami harap kegiatan ini bisa melahirkan kerja sama baru, investasi baru, inovasi baru, dan lahir solusi-solusi baru yang bisa menghadapi tantangan di sektor energi dan engineering di masa depan. Karena pada akhirnya, energi yang menggerakkan mesin pembangunan, tetapi inovasi dan kolaborasi yang menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah," katanya.
Sejalan dengan itu, Balikpapan dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat logistik dan operasional yang menghubungkan berbagai kawasan industri di Kalimantan dan Indonesia Timur. Kota ini juga menjadi gerbang utama menuju kawasan IKN yang saat ini menjadi magnet investasi nasional.
Wali Kota Balikpapan yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, S.STP., M.Si., menilai penyelenggaraan IEE Series memiliki makna penting bagi masa depan industri energi nasional.
"Selama puluhan tahun kota ini tumbuh berkembang bersama industri pertambangan, minyak dan gas bumi, serta menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi dan industri strategis di Indonesia. Karena itu penyelenggaraan IEE Series di Balikpapan memiliki arti yang sangat penting," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan, teknologi, investasi, serta sumber daya manusia yang akan menentukan arah perkembangan sektor energi dan industri pada masa mendatang.
Tidak hanya menghadirkan pameran, IEE Series Balikpapan 2026 juga menyuguhkan berbagai seminar dan forum diskusi yang membahas isu-isu strategis.
Sejumlah topik yang diangkat antara lain transformasi industri migas regional, peluang sektor konstruksi dalam mendukung pembangunan IKN, pemanfaatan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) dan artificial intelligence (AI) untuk operasional tambang, sustainability, circular industry, hingga peningkatan efisiensi industri.
Forum-forum tersebut menjadi sarana pertukaran wawasan dan pengalaman bagi pelaku industri, pemerintah, akademisi, serta asosiasi profesi untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor energi dan rekayasa teknik.
Berbagai asosiasi juga terlibat aktif mendukung penyelenggaraan kegiatan ini, di antaranya PERHAPI Kalimantan Timur, Asosiasi Chief Engineering (ACE) Kalimantan Timur, ASPERMIGAS, Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (PERTAABI), hingga Indonesia Construction Architecture Network (ICAN).
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan ekspansi IEE Series ke Balikpapan merupakan bagian dari upaya mendekatkan platform industri ke pusat aktivitas proyek nasional.
"Sejalan dengan semakin strategisnya peran Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan industri, kami berharap acara ini dapat memperkuat konektivitas, mendorong pertukaran informasi, serta membuka peluang kerja sama yang mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan," ujarnya.
Hanung menambahkan bahwa besarnya partisipasi peserta menunjukkan tingginya potensi Kalimantan sebagai pusat investasi dan inovasi teknologi.
"IEE Series Balikpapan 2026 diikuti oleh lebih dari 100 perusahaan yang menghadirkan 200 lebih merek dagang terkemuka dari dalam dan luar negeri. Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan besarnya potensi Pulau Kalimantan dan sekitarnya sebagai pusat investasi, inovasi teknologi, serta pengembangan bisnis di sektor energi, sumber daya alam, dan infrastruktur," katanya.
Menurutnya, melalui kolaborasi tiga sektor strategis—pertambangan, migas, dan konstruksi—IEE Series Balikpapan berupaya mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kolaboratif yang mampu menjawab kebutuhan proyek nyata di lapangan.
Dengan konsep tersebut, IEE Series Balikpapan tidak sekadar menjadi ajang pameran industri. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan mitra bisnis melalui business matching, memperkuat rantai pasok regional, serta membangun sinergi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan industri yang lebih merata.
Penyelenggaraan perdana IEE Series Balikpapan 2026 pun diharapkan semakin mengukuhkan posisi Balikpapan sebagai industrial meeting point bagi Indonesia Timur sekaligus menjadi motor penggerak pemerataan pertumbuhan industri nasional yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Masyarakat, pelaku usaha, maupun profesional dari berbagai daerah dapat mengunjungi IEE Series Balikpapan 2026 secara gratis selama pameran berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di BSCC Dome Balikpapan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!