Bahaya Hyper Parenting: Biarkan Anak Tumbuh dan Belajar Bebas
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 7 Februari 2025 | 01:55 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Hyper parenting merupakan pola asuh yang muncul akibat obsesi orangtua untuk memastikan kesuksesan anak di masa depan. Meskipun niat ini didasari oleh kasih sayang, pola asuh yang berlebihan dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.
Sering kali disamakan dengan helikopter parenting, hyper parenting mencakup kontrol, perlindungan, serta intervensi berlebihan terhadap kehidupan anak. Beberapa ciri umum dari pola asuh ini antara lain:
- Mengatur Segala Aspek Kehidupan Anak: Orangtua menentukan segala hal mulai dari pilihan pakaian hingga jadwal kegiatan harian anak, yang mengakibatkan anak sulit mengekspresikan dirinya secara bebas.
- Selalu Mengkritik Anak: Orangtua fokus pada pencapaian akademik dan sering memberikan kritik yang berlebihan ketika anak mengalami kegagalan, alih-alih mendukung mereka untuk bangkit.
- Kekhawatiran Berlebihan: Kekhawatiran yang berlebihan membuat orangtua melarang anak mencoba berbagai hal, yang akhirnya menimbulkan tekanan dan berpotensi membuat anak memberontak.
- Memaksakan Kehendak: Orangtua cenderung menjadwalkan berbagai kegiatan tanpa memperhatikan kondisi fisik dan mental anak, dengan ambisi agar anak terus berprestasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!