Bagaimana Pemindaian Mata Berbasis AI Bisa Deteksi Gula Darah Tinggi dan Penyakit Jantung
Teknologi AI dapat menganalisis gambar retina pra dan pasca operasi untuk memprediksi hasil akhir, termasuk kemungkinan lubang akan menutup. Ini memungkinkan perencanaan operasi yang lebih matang dan membantu dokter memberikan informasi yang realistis kepada pasien.
Deteksi Diabetes Tanpa Jarum
Proyek kedua yang sedang dikembangkan oleh penulis dan timnya adalah menciptakan alat diagnosis diabetes yang mudah diakses dan non-invasif.
Selama ini, pengukuran HbA1c — indikator gula darah rata-rata selama 90 hari terakhir — memerlukan sampel darah, yang bisa menjadi kendala, terutama di negara berkembang seperti India.
Menurut International Diabetes Federation (IDF) edisi ke-11, India kini memiliki jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia, mengalahkan Tiongkok. Angka ini diprediksi naik 75% dalam 25 tahun mendatang.
Tim peneliti mengembangkan kerangka kerja deep learning yang mampu mengklasifikasikan kadar HbA1c hanya dari gambar retina.
Model ini sangat akurat. Program AI telah belajar mengenali pola dalam gambar mata yang menunjukkan kadar gula darah. Berdasarkan pola itu, AI dapat memberikan jawaban sederhana (“ya/tidak”) atau klasifikasi lebih rinci seperti optimal, meningkat, atau berisiko tinggi.
Aplikasi ini bisa digunakan secara luas untuk skrining massal, dan jauh lebih murah daripada tes darah konvensional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!