Bagaimana Pemindaian Mata Berbasis AI Bisa Deteksi Gula Darah Tinggi dan Penyakit Jantung
Selama dua dekade terakhir, perhatian terhadap pencitraan pembuluh darah retina meningkat. Teknologi seperti fundus photography, optical coherence tomography–angiography (OCT-A), dan adaptive optics telah memungkinkan pengambilan data akurat dari sistem peredaran darah manusia.
Fundus photography digunakan untuk memotret bagian dalam mata, termasuk retina, saraf optik, makula, pembuluh darah retina, koroid, dan vitreous. Gambar-gambar ini digunakan untuk mendeteksi penyebab kebutaan yang masih dapat dicegah atau diobati seperti retinopati diabetik, degenerasi makula terkait usia, dan glaukoma. OCT-A memberikan visualisasi jaringan pembuluh darah retina secara tiga dimensi dan non-invasif, dalam waktu singkat.
Peran AI: Dari Diagnosis ke Prediksi
Penelitian selama satu dekade terakhir fokus pada pengembangan perangkat lunak yang mampu menganalisis jaringan vaskular retina secara otomatis, untuk mendapatkan deskripsi yang akurat mengenai kondisi arteri dan vena pasien.
Pendekatan baru bernama “oculomics”, yaitu penggunaan dataset gambar retina dan algoritma AI, kini mulai banyak digunakan untuk menemukan biomarker mikro-vaskular retina.
AI dalam Operasi Mata
AI juga berpotensi memperbaiki hasil operasi, seperti pada macular hole — kondisi yang menyebabkan gangguan penglihatan pusat.
Macular hole diobati melalui prosedur vitrektomi, yang umumnya sukses jika lubangnya kecil. Namun, jika gagal, pasien harus menjalani operasi ulang, menambah beban biaya dan emosional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!