Bagaimana Hukum Buka Rumah Makan di Siang Ramadan? Begini Penjelasannya
Hukum haram atau makruh tersebut dikarenakan penjualan tersebut merupakan sebab dari terjadinya kemaksiatan yang nyata atau yang diduga, atau kemasiatan yang diragukan atau dikira-kira.” (Abu Yahya Zakariya Al-Anshari, Fathul Wahhab, , juz I, Halaman 286).
Kemudian berkaitan dengan hukum menjual makanan, Syekh Sulaiman Al-Jamal menjelaskan:
قَوْلُهُ وَبَيْعِ نَحْوِ رُطَبٍ إلَخْ) وَمَعَ كَوْنِهِ حَرَامًا فَهُوَ صَحِيحٌ وَمِثْلُ الْبَيْعِ كُلُّ تَصَرُّفٍ يُفْضِي إلَى مَعْصِيَةٍ … وَمِثْلُ ذَلِكَ إطْعَامُ مُسْلِمٍ مُكَلَّفٍ كَافِرًا مُكَلَّفًا فِي نَهَارِ رَمَضَانَ وَكَذَا بَيْعُهُ طَعَامًا عَلِمَ أَوْ ظَنَّ أَنَّهُ يَأْكُلُهُ نَهَارًا كَمَا أَفْتَى بِهِ الْوَالِدُ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى لِأَنَّ كُلًّا مِنْ ذَلِكَ تَسَبَّبَ فِي الْمَعْصِيَةِ وَأَعَانَهُ عَلَيْهَا
Artinya, “Sekalipun hukum jual belinya haram, namun tetap sah. Sebagaimana jual beli, setiap transaksi yang mendatangkan kemaksiatan hukumnya seperti itu. Begitu juga hukum seorang muslim mukallaf (baligh dan berakal sehat) memberi makanan kepada non nuslim mukallaf, dan juga menjual makanan yang diketahui atau diduga kuat pembeli akan memakannya di siang hari, sebagaimana fatwa Al-Walid (ayah Ar-Ramli)–semoga Allah merahmatinya–karena masing-masing itu menyebabkan dan membantu terwujudnya kemaksiatan.” (Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyah Al-Jamal, Juz IV, Halaman 427).
Kesimpulannya, membuka warung makan pada siang Ramadan adalah diperbolehkan, kecuali jika ada dugaan kuat atau keyakinan nasi atau makanan yang dibeli akan dimakan di siang hari oleh orang yang wajib berpuasa, maka hukumnya menjadi haram.
Sebagai solusi, untuk menghindari adanya potensi kemaksiatan, sebaiknya jualan makanan dilakukan di sore hari menjelang berbuka, atau malam hari.
Jika penjualan tetap dilakukan pada siang hari, maka hanya melayani orang-orang yang tidak wajib puasa, seperti anak kecil, orang yang haid, sakit atau musafir.
Sebaiknya makanan tersebut dibungkus, agar tidak ada kekhawatiran warung tersebut digunakan tempat makan orang-orang yang berkewajiban puasa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!