Bacaan Shalawat dari Rasulullah Agar Terhindar dari Kefakir

Desi Rossilawati
Kamis, 26 Juni 2025 | 05:30 WIB
Bagikan
Bacaan Shalawat dari Rasulullah Agar Terhindar dari Kefakir

Allâhumma sholli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ ali sayyidinâ muhammadin. Wa hab lanâ min rizqikal halalit thayyibil mubaraki ma tashunu bihi wujuhanâ ‘anit ta’arrudhi ilâ ahadin min khalqika. Waj’al lanâ allâhumma ilaihi thariqan sahlan min ghairi ta‘abin wala nashabin walâ minnatin walâ tabi’atin. Wa jannibnâ allâhummal harâma haitsu kâna wa aina kâna wa ‘inda man kâna. Wa hul bainanâ wa baina ahlihi a’dâana waqbidh ‘annâ aidiyahum washrif ‘annâ qulubahum hattâ la tanqaliba illâ fimâ yurdhika. Wa lâ nasta’inu binikmatika illa ‘alâ mâ tuhibbu ya arhamar rahimin  

Artinya, “Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan keluarga pemimpin kami Nabi Muhammad, dan berilah kepada kami dari rezeki-Mu yang halal, baik, serta diberkahi, yang dengan rezeki itu bisa menjaga wajah-wajah kami dari bergantung kepada seorang dari makhluk-Mu. Jadikanlah, ya Allah, bagi kami jalan untuk mendapatkannya tanpa payah, lelah, sukar, serta meminta-minta. Jauhkanlah kami, ya Allah, dari yang haram bagaimana pun, apa pun, dan di mana pun serta pada siapa pun.

Lepaskanlah ikatan antara kami dan orang-orang tersebut, dan genggamlah dari kami tangan-tangan mereka, dan palingkanlah wajah-wajah dan hati mereka dari kami, sehingga kami tidak tertarik kecuali sesuatu yang Engkau ridhai, dan kami tidak memohon pertolongan dengan (menggunakan) kenikmatan dari-Mu kecuali di dalam hal-hal yang Engkau sukai dan Engkau ridhai dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.”

Setelah terbangun dari mimpi tersebut, Abu Muhammad al-Baghdadi akhirnya keluar dari kondisi fakir yang sangat melarat, menjadi pribadi yang kaya, tercukupi semua kebutuhan dan keinginan. Ia mengatakan:

قَالَ الْبَغْدَادِيُّ: فَمَا اِنْ تَمَّمْتُهَا فَجَائَنِي الْغَنِيُّ فِي تَمَامِ شَهْرِيْ

Artinya, “Abu Muhammad al-Baghdadi berkata: maka ketika aku menyempurnakan (membacanya), datanglah kepadaku kekayaan setelah sempurnanya satu bulanku.” (Syekh Ahmad al-Mazidi, Majmu’ah ar-Rasail fi Itsbati Karamatil Auliya, , halaman 244).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.