Australia Kirim Rudal dan Pesawat Mata-mata ke Timur Tengah

ED
Selasa, 10 Maret 2026 | 14:08 WIB
Bagikan
Australia Kirim Rudal dan Pesawat Mata-mata ke Timur Tengah

VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Australia meningkatkan dukungan militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengirimkan rudal ke Uni Emirat Arab serta mengerahkan pesawat pengintai militer untuk memantau situasi keamanan di wilayah Teluk. Namun, Canberra menegaskan tidak akan menempatkan pasukan darat di Iran.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan langkah tersebut bertujuan membantu negara-negara Teluk mempertahankan diri dari serangan yang disebutnya tidak diprovokasi dari Iran. Ia menegaskan keterlibatan Australia murni bersifat defensif dan bukan bagian dari pihak yang terlibat langsung dalam konflik.

“Keterlibatan kami murni bersifat defensif,” ujar Albanese kepada wartawan di Sydney, Selasa.

“Langkah ini juga untuk melindungi warga Australia yang berada di kawasan tersebut serta mendukung sahabat kami di Uni Emirat Arab.”

Sebagai bagian dari dukungan itu, Australia akan mengerahkan pesawat peringatan dini dan pengendali udara E-7A Wedgetail buatan Boeing. Pesawat tersebut dijadwalkan beroperasi selama empat minggu untuk membantu memantau dan melindungi ruang udara di kawasan Teluk.

Selain itu, Australia juga akan mengirimkan rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih ke United Arab Emirates. Albanese menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Situasi keamanan di kawasan semakin memanas setelah konflik yang melibatkan Iran memicu gangguan besar pada jalur pelayaran energi global. Ketegangan tersebut bahkan membuat Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia—praktis tidak dapat dilalui.

Di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung selama 11 hari, pemerintah Australia juga memprioritaskan keselamatan warganya di Timur Tengah. Sekitar 115 ribu warga Australia tercatat berada di kawasan tersebut saat konflik pecah, dan hingga kini sekitar 2.600 orang telah berhasil kembali ke tanah air melalui penerbangan komersial, di tengah serangan Iran yang sempat mengguncang sejumlah kota di kawasan Teluk.

Pemerintah Australia menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi sambil memastikan keamanan warga negaranya serta stabilitas kawasan. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.