"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

Atas Penjajahan terhadap Aljazair, Macron Katakan Prancis Tidak akan Minta Maaf

ED
Jumat, 13 Januari 2023 | 06:29 WIB
Bagikan
Atas Penjajahan terhadap Aljazair, Macron Katakan Prancis Tidak akan Minta Maaf

VISI.NEWS | PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia tidak akan "meminta maaf" dari Aljazair atas penjajahan, tetapi berharap untuk terus bekerja menuju rekonsiliasi dengan rekannya Abdelmajid Tebboune.

"Bukan urusan saya untuk meminta maaf, bukan itu masalahnya, kata itu akan memutuskan semua ikatan kita," katanya dalam sebuah wawancara untuk majalah Le Point yang diterbitkan Rabu malam.

"Hal terburuk adalah memutuskan: 'kami minta maaf dan masing-masing menempuh jalan kami sendiri'," kata Macron.

"Mengerjakan memori dan sejarah bukanlah menyelesaikan semua akun," tambahnya.

Namun dalam wawancara tersebut, dia juga mengungkapkan harapan bahwa Tebboune "akan dapat datang ke Prancis pada tahun 2023", untuk mengembalikan perjalanan Macron ke Aljazair tahun lalu dan melanjutkan "pekerjaan persahabatan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Kolonisasi 100 tahun Prancis di Aljazair dan perang 1954-62 yang sengit untuk kemerdekaan telah meninggalkan bekas luka yang dalam di kedua sisi, yang secara bergiliran didorong dan ditenangkan oleh Macron selama karier politiknya.

Pada 2017, calon presiden Macron menjuluki pendudukan Prancis sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan."

Sebuah laporan yang dia perintahkan dari sejarawan Benjamin Stora merekomendasikan langkah lebih lanjut pada tahun 2020 untuk mendamaikan kedua negara sambil mengesampingkan "pertaubatan" dan "permintaan maaf".

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.