Asep Kusumah, "Semua orang bisa jadi pahlawan lingkungan"
Asep menambahkan, melalui Instruksi Bupati Bandung ini diupayakan agar setiap warga negara sesuai dengan kewajiban institusi, yang diatur oleh Undang-Undang memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk meningkatkan upaya perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup.
"Salah satu yang paling mudah, murah, yang bisa dilakukan semua orang yaitu melakukan penanaman pohon. Melalui intruksi Bupati ini, masyarakat didorong untuk memenuhi kewajibannya, berinisiatif secara pribadi, maupun juga melalui institusi untuk berkolaborasi menanam pohon. Selain intruksi tersebut juga memediasi, memfasilitasi serta mengajak semua pihak melaksanakan penanaman pohon," tuturnya.
Asep berharap minimal satu orang seumur hidup menanam dua pohon sekaligus memeliharanya.
"Kenapa dua pohon, satu pohon mampu memenuhi kehidupan dua manusia. Namun juga tidak hanya berbasis konservasi, tetapi konservasi berbasis ibadah dan kesejahteraan. Satu pohon untuk kita dan satu pohon untuk sedekah dalam kehidupan kita," ujarnya.
Terkait dengan Kesejahteraan, kata Asep, pohon yang ditanam bisa pohon keras maupun pohon buah-buahan.
"Kita terus kembangkan bagaimana membangun kawasan tematik konservasi. Apalagi di Ibun ada kampung duren, kampung aren di Cipelah. Kampung nangka di Nagrog, kampung jeruk di Cimenyan. Disamping konservasi terpenuhi, juga ada untuk kesejahteraan," katanya.
Lebih lanjut Asep mengatakan, pelaksanaan Bedas Ngaleuweung ini juga berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan di kawasan hulu sungai, maupun yang ada di tengah dan hilir sungai.
"Jika hulunya dijaga maka kesejahteraan orang hulu akan meningkat, tentunya tidak akan menganggu sumber daya alam yang ada. Sehingga orang hilir akan terjaga dari kerawanan bencana. "Jadi hulu menanam, dan hilir peduli," tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!