Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

ASEAN Jaga Jalur Diplomasi dengan Myanmar di Tengah Konflik Berkepanjangan

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Mei 2026 | 13:39 WIB
Bagikan
ASEAN Jaga Jalur Diplomasi dengan Myanmar di Tengah Konflik Berkepanjangan

Ilustrasi./visi.news/internasional.kontan.co.id.

VISI.NEWS | JAKARTA - Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) memilih tetap membuka ruang komunikasi dengan Myanmar sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar atas konflik dan mendorong rekonsiliasi nasional. Sikap ini disampaikan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn seusai KTT ke 48 ASEAN, Senin (11/5/2026).

Kao mengatakan para menteri luar negeri ASEAN sepakat untuk terus berkomunikasi dengan pihak Myanmar. Dialog dinilai penting agar perkembangan terbaru dapat didengar langsung, sekaligus memberi ruang bagi ASEAN menyampaikan pandangan dan masukan.

“Para menteri sepakat akan perlunya mengadakan pertemuan daring untuk mendengar perkembangan dari pihak Myanmar dan, tentu saja, bagi pihak Myanmar untuk dapat mendengar pandangan dan masukan dari mitra di ASEAN,” kata Kao dalam keterangannya dikutip, Selasa (12/5/2026).

Dalam konteks diplomasi kawasan, langkah ini menunjukkan ASEAN masih berupaya menjaga pendekatan kolektif terhadap Myanmar. Para pemimpin Asia Tenggara disebut sepakat memperjuangkan konsensus, meski pembahasan soal langkah berikutnya masih terbuka.

ASEAN tetap menempatkan Konsensus Lima Poin sebagai rujukan utama penyelesaian damai. Namun, Kao menegaskan proses rekonsiliasi harus tetap dipimpin dan diatur oleh Myanmar sendiri.

“Yang perlu ditekankan adalah untuk memastikan tidak ada lagi kekerasan dan bahwa rekonsiliasi nasional sejati dapat terwujud,” demikian Sekjen Kao.

KTT ke 48 ASEAN juga membuka ruang baru bagi keterlibatan Myanmar. Para pemimpin ASEAN mengizinkan menteri luar negeri dan diplomat Myanmar mengikuti agenda sampingan secara virtual dalam pertemuan tingkat menlu ASEAN mulai Juli.

Kelonggaran ini muncul setelah ASEAN menyesuaikan diri dengan struktur pemerintahan baru Myanmar yang dipimpin Presiden Min Aung Hlaing. Namun, posisi negara anggota belum sepenuhnya seragam. Thailand mengusulkan agar Myanmar diizinkan mengikuti pertemuan lanjutan, sementara Singapura menolak kehadiran menlu Myanmar dalam pertemuan utama secara langsung.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.