Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

AS Mulai Tekan Iran Lewat Jalur Diplomasi PBB

Desi Rossilawati
Rabu, 6 Mei 2026 | 14:29 WIB
Bagikan
AS Mulai Tekan Iran Lewat Jalur Diplomasi PBB

Bendera As dan Iran./visi.news/rigzone.

VISI.NEWS | NEW YORK - Amerika Serikat mulai mengubah pendekatan dalam menghadapi Iran setelah operasi militer di kawasan Teluk belum mampu meredakan ketegangan. Jika sebelumnya tekanan dilakukan lewat operasi militer di Selat Hormuz, kini Washington bergerak melalui jalur diplomasi dengan mengajukan resolusi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa (5/5/2026) mengusulkan resolusi yang menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal niaga dan membuka data lokasi ranjau laut di Selat Hormuz. Resolusi itu juga meminta Iran tidak menghambat operasi pembersihan ranjau serta bekerja sama membentuk koridor kemanusiaan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Langkah AS ini memperlihatkan perubahan strategi dari tekanan militer menuju legitimasi internasional melalui PBB. Washington tampaknya ingin membangun dukungan global sekaligus memberi dasar hukum internasional apabila nantinya muncul sanksi baru terhadap Iran.

"”Kita menduga draf resolusi ini akan diveto lagi. Kita sudah mengadakan sedikit perubahan dalam redaksional resolusi. Saya tidak tahu kali ini usulan akan diveto atau tidak,” kata Rubio di Gedung Putih dalam jumpa pers dikutip, Rabu (6/5/2026).

Resolusi tersebut disusun bersama Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar. Dukungan negara negara Teluk itu menunjukkan meningkatnya kekhawatiran kawasan terhadap ancaman keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Di saat bersamaan, tekanan politik terhadap Iran juga menguat di Timur Tengah. Israel, Jordania, dan Kurdistan Irak menyatakan dukungan kepada Uni Emirat Arab setelah muncul tuduhan Iran meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Fujairah.

Ketegangan terbaru pecah setelah Angkatan Laut AS mengklaim menghancurkan enam kapal Iran dalam operasi Maritim Freedom Construct untuk membuka akses Selat Hormuz. Iran kemudian dituduh menyerang wilayah UEA menggunakan rudal dan drone, meski tuduhan itu dibantah keras oleh Teheran.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak meluncurkan rudal atau drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir,” demikian keterangan pusat komando Khatam al Anbiya, Iran."

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.