AS-Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata
VISI.NEWS | WASHINGTON – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna membuka ruang bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Teheran. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum dapat diberlakukan secara resmi.
Informasi itu diungkap sejumlah sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan kedua negara. Dalam rancangan nota kesepahaman yang disusun, Washington dan Teheran sepakat mempertahankan penghentian sementara konflik sekaligus memulai negosiasi mengenai stok uranium yang telah diperkaya milik Iran, yang selama ini menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.
Persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi disebut akan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas selama masa perpanjangan gencatan senjata tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengurangi ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Laporan mengenai kesepakatan tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar energi global. Harga minyak dunia yang sebelumnya menguat berbalik melemah setelah muncul harapan bahwa jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal apabila proses perdamaian berjalan sesuai rencana.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut setiap hari. Karena itu, setiap eskalasi militer di wilayah tersebut selalu berdampak langsung terhadap harga energi internasional.
Meski demikian, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan kesepakatan tersebut. Presiden Donald Trump sendiri dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa akhir konflik sudah semakin dekat. Namun dalam rapat kabinet yang berlangsung sehari sebelumnya, Trump mengaku belum sepenuhnya puas dengan perkembangan negosiasi yang berlangsung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!