Cuaca Bandung Didominasi Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Tiga Kecamatan 22 Jul 2026 Perdana, Indonesia Energy Week Sukses 21 Jul 2026 Kejari Tahan ASN Tersangka Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara 21 Jul 2026 Persib Datangkan Tujuh Pemain Baru, Siapa Paling Mahal? 21 Jul 2026 LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia 21 Jul 2026 Duka Sepak Bola Inggris, Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia 21 Jul 2026 Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS 21 Jul 2026 Jadwal Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 21 Jul 2026 Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein Sastranegara 21 Jul 2026 Optimistis Distribusi BBM Segera Normal, Eddy Soeparno: Antrean Diperkirakan Berkurang 21 Jul 2026 Cuaca Bandung Didominasi Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Tiga Kecamatan 22 Jul 2026 Perdana, Indonesia Energy Week Sukses 21 Jul 2026 Kejari Tahan ASN Tersangka Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara 21 Jul 2026 Persib Datangkan Tujuh Pemain Baru, Siapa Paling Mahal? 21 Jul 2026 LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia 21 Jul 2026 Duka Sepak Bola Inggris, Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia 21 Jul 2026 Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS 21 Jul 2026 Jadwal Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 21 Jul 2026 Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein Sastranegara 21 Jul 2026 Optimistis Distribusi BBM Segera Normal, Eddy Soeparno: Antrean Diperkirakan Berkurang 21 Jul 2026

AS-Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata

ED
Jumat, 29 Mei 2026 | 08:05 WIB
Bagikan
AS-Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata

VISI.NEWS | WASHINGTON – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna membuka ruang bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Teheran. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum dapat diberlakukan secara resmi.

Informasi itu diungkap sejumlah sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan kedua negara. Dalam rancangan nota kesepahaman yang disusun, Washington dan Teheran sepakat mempertahankan penghentian sementara konflik sekaligus memulai negosiasi mengenai stok uranium yang telah diperkaya milik Iran, yang selama ini menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.

Persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi disebut akan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas selama masa perpanjangan gencatan senjata tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengurangi ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Laporan mengenai kesepakatan tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar energi global. Harga minyak dunia yang sebelumnya menguat berbalik melemah setelah muncul harapan bahwa jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal apabila proses perdamaian berjalan sesuai rencana.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut setiap hari. Karena itu, setiap eskalasi militer di wilayah tersebut selalu berdampak langsung terhadap harga energi internasional.

Meski demikian, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan kesepakatan tersebut. Presiden Donald Trump sendiri dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa akhir konflik sudah semakin dekat. Namun dalam rapat kabinet yang berlangsung sehari sebelumnya, Trump mengaku belum sepenuhnya puas dengan perkembangan negosiasi yang berlangsung.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat belum membahas kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran, yang selama ini menjadi salah satu tuntutan utama Teheran dalam setiap proses perundingan.

Kesepakatan gencatan senjata ini muncul di tengah situasi keamanan yang masih rapuh. Ketegangan kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait sebagai respons atas serangan Washington terhadap fasilitas yang disebut sebagai pusat operasi drone Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya berhasil menembak jatuh lima drone serang Iran dan menghancurkan sebuah stasiun kendali di Bandar Abbas yang diduga tengah bersiap meluncurkan drone keenam. Sementara itu, militer Kuwait dilaporkan berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan ke arah wilayahnya.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan tindakan militer tersebut dilakukan secara terbatas dan bersifat defensif untuk menjaga stabilitas gencatan senjata yang telah dicapai sebelumnya.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa serangan mereka ditujukan ke pangkalan militer Amerika yang dianggap bertanggung jawab atas serangan di sekitar Bandara Bandar Abbas. Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan akan dibalas dengan respons yang lebih tegas.

Pemerintah Kuwait mengecam serangan tersebut dan mendesak Iran segera menghentikan tindakan yang dinilai sebagai eskalasi serius terhadap keamanan kawasan.

Insiden terbaru itu menjadi bentrokan kedua dalam sepekan terakhir dan menunjukkan betapa rentannya proses diplomasi yang sedang berlangsung. Konflik yang telah berjalan selama sekitar tiga bulan itu dilaporkan telah menewaskan ribuan orang dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Ketegangan semakin kompleks karena konflik tidak hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga berdampak pada sejumlah negara lain di kawasan. Situasi memanas sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian memicu rangkaian aksi balasan dari berbagai kelompok yang bersekutu dengan Teheran.

Pakistan yang berperan sebagai salah satu mediator dalam proses diplomasi mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Ishaq Dar dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Washington. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas perkembangan terbaru proses perdamaian dan peluang tercapainya kesepakatan yang lebih permanen.

Sementara itu, konflik juga merembet ke Lebanon. Israel mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur kelompok Hizbullah yang didukung Iran di wilayah Tyre, Lebanon selatan. Serangan juga dilaporkan terjadi di ibu kota Beirut.

Militer Lebanon menyatakan salah satu anggotanya tewas akibat serangan tersebut. Di pihak lain, Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara kembali berbunyi di wilayah utara negara itu, menandakan ancaman keamanan masih berlangsung.

Para pengamat menilai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dapat menjadi peluang penting untuk mencegah perang regional yang lebih luas. Namun keberhasilan upaya tersebut akan sangat bergantung pada komitmen semua pihak untuk menahan diri serta kemampuan para mediator dalam menjembatani perbedaan mendasar, khususnya terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menjadi sumber utama perselisihan antara Washington dan Teheran.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.