AS Hancurkan 16 Kapal Iran di Selat Hormuz

ED
Rabu, 11 Maret 2026 | 07:05 WIB
Bagikan
AS Hancurkan 16 Kapal Iran di Selat Hormuz

VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan di jalur energi paling vital dunia kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan 16 kapal penyebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz. Aksi tersebut disebut sebagai langkah pencegahan setelah adanya laporan intelijen yang menyebut Teheran mulai menempatkan ranjau laut di jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak global.

Serangan terhadap kapal-kapal tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (10/3/2026) waktu setempat. Komando Pusat militer AS atau United States Central Command menyatakan operasi tersebut menargetkan kapal-kapal yang diduga digunakan untuk menebar ranjau di perairan sekitar selat tersebut.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, pihak militer AS menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

“Pasukan AS melenyapkan beberapa kapal angkatan laut Iran, 10 Maret, termasuk 16 kapal penyebar ranjau di dekat Selat Hormuz,” tulis Komando Pusat AS dalam pernyataan resminya.

Unggahan tersebut juga disertai rekaman video yang memperlihatkan sejumlah kapal terkena proyektil sebelum akhirnya meledak di perairan terbuka. Rekaman itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perhatian global terhadap situasi keamanan di kawasan Teluk.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling penting di dunia karena menjadi pintu keluar utama bagi ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Diperkirakan hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati selat sempit tersebut setiap harinya. Ketegangan militer di wilayah itu pun berpotensi memicu gangguan besar terhadap pasar energi global.

Sebelum operasi militer tersebut dilakukan, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait dugaan pemasangan ranjau di jalur pelayaran tersebut. Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan mentoleransi ancaman terhadap lalu lintas perdagangan internasional di Selat Hormuz.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.