Aruma Mandiri di Jakarta, Menata Ulang Arah Musik
VISI.NEWS | JAKARTA - Tinggal sendiri di Jakarta menjadi fase baru dalam perjalanan karier Aruma. Jauh dari rutinitas di Bandung yang selama ini membentuk kesehariannya, Aruma kini menjalani hidup dengan ritme yang sepenuhnya ia atur sendiri, baik sebagai individu maupun musisi.
Peraih AMI Awards 2023 kategori Pendatang Baru Terbaik ini tengah memasuki fase yang lebih tenang dalam memandang karier. Ia tidak lagi berfokus pada perubahan besar, melainkan menata ulang kebiasaan, pola kerja, dan cara memahami dirinya sendiri.
Dalam kesehariannya, Aruma mulai menaruh perhatian besar pada self-care dan pengelolaan energi. Ia menjaga pola tidur, menyisakan waktu jeda di tengah aktivitas, serta lebih disiplin mengatur jadwal agar tetap seimbang secara fisik dan emosional.
Menurutnya, kondisi mental yang stabil menjadi bekal penting sebelum masuk ke proses kreatif. Ia ingin berada dalam keadaan yang utuh secara emosional saat mulai menulis dan merekam lagu-lagu baru.
Dalam hal berkarya, Aruma kini juga mengubah pendekatannya menjadi lebih jujur dan reflektif. Ia membiasakan diri menyimpan potongan ide, menulis catatan kecil, hingga merapikan lirik jauh sebelum masuk tahap rekaman.
Proses ini dilengkapi dengan diskusi bersama lingkaran kreatifnya untuk memastikan cerita yang diangkat benar-benar dekat dengan pengalaman personal. Tema yang diangkat pun kini lebih dalam, seperti menjaga batas diri, menerima jeda, hingga berdamai dengan ritme hidup.
Pendekatan tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan musikalnya setelah merilis lagu Muak, sekaligus menandai arah baru yang lebih matang dalam karya-karya berikutnya.
Di luar musik, Aruma juga mulai memperluas eksplorasi ke bidang desain, fesyen, dan seni visual. Mahasiswi Institut Teknologi Bandung ini aktif mengikuti kelas dan seminar untuk memahami sisi bisnis kreatif serta membangun identitas artistiknya.
Selain itu, ia kini lebih selektif dalam memilih proyek dan mengatur kolaborasi. Aruma membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak lain, namun tetap menjaga ruang kreatif agar proses berkarya tetap personal dan terarah.
Melalui fase hidup mandiri ini, Aruma tidak hanya menata ulang keseharian, tetapi juga arah bermusiknya. Ia berharap karya-karya yang lahir dari proses ini mampu menjadi ruang bagi pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!