Gol tunggal yang dicetak oleh Bukayo Saka memastikan kemenangan The Gunners dengan agregat 2-1, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Madrid. Ini menjadi pencapaian pertama Arsenal ke final Liga Champions sejak tahun 2006, ketika mereka finis sebagai runner-up setelah kalah 1-2 dari Barcelona, demikian dilaporkan laman UEFA.
Atletico langsung mengancam sejak awal pertandingan. Pada menit ke-8, Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone bekerja sama untuk memberi ruang bagi Julian Alvarez, namun tembakan Alvarez melebar di sisi kiri gawang.
Arsenal kemudian merespons dengan upaya Riccardo Calafiori dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung tinggi. Di menit ke-34, Arsenal sempat mengajukan protes atas dugaan pelanggaran terhadap Leandro Trossard oleh Griezmann di kotak penalti, namun wasit tidak memberikan penalti.
Kebuntuan akhirnya terpecah menjelang babak pertama usai. Bukayo Saka mencetak gol pada menit ke-44 setelah memanfaatkan bola muntah dari tembakan Leandro Trossard, yang sempat diblok oleh kiper Atletico, Jan Oblak.
Memasuki babak kedua, Atletico lebih mendominasi serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, dua insiden di kotak penalti, di antaranya ketika Giuliano Simeone jatuh setelah kontak dengan Gabriel Magalhaes, tidak digubris oleh wasit.
Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Atletico, namun kiper Arsenal, David Raya, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting. Di sisi lain, Arsenal hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-65, namun sepakan Viktor Gyokeres hanya tipis melebar dari gawang.
Di detik-detik akhir pertandingan, Atletico menambah intensitas serangan. Alexander Sorloth, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberikan ancaman dengan beberapa peluang. Umpan backheel-nya kepada Marcos Llorente berhasil dipotong pertahanan Arsenal, sementara peluang lainnya berhasil diblok.