Aplikasi Bayi Marak, Bahaya Tersembunyi Mengintai
Pola penggunaan aplikasi yang sering kali bersifat gender ini dapat menyebabkan perbedaan yang berkelanjutan dalam jumlah waktu yang dihabiskan orang tua untuk mempelajari cara mengasuh anak sejak dini, yang dapat berdampak jangka panjang pada cara mereka membagi tanggung jawab sebagai orang tua. Dengan kata lain, mereka dapat membagi lebih lanjut beban mengasuh anak berdasarkan stereotip gender.
Namun penelitian tersebut menemukan bahwa hal tersebut tidak selalu merupakan berita buruk. Bergantung pada fitur aplikasi pelacakan bayi dan cara orang tua menggunakannya, aplikasi ini berpotensi memungkinkan keterlibatan yang lebih adil dalam mengasuh anak dan komunikasi yang lebih baik antar orang tua.
Seorang ayah yang diwawancarai dalam penelitian tersebut menggambarkan bagaimana dia terkadang mengakses data pelacakan bayi yang dibagikan untuk mengukur bagaimana hari-hari pasangannya.
Jika data menunjukkan bayi mereka gelisah, dia akan mengambil makanan yang bisa dibawa pulang dalam perjalanan pulang, memastikan pasangannya bisa beristirahat dan dia bisa membawa bayinya begitu dia kembali. Cara Anda menggunakan aplikasi juga penting Penelitian menemukan cara spesifik orang tua menggunakan aplikasi pelacakan bayi juga dapat menentukan apakah aplikasi tersebut positif atau negatif. Mengasuh anak pada usia dini adalah saat dimana terjadi gejolak emosi dan perubahan besar dalam hidup bagi setiap orang tua, dan para ibu sering kali sangat rentan karena tekanan fisik saat hamil dan melahirkan, serta tantangan selanjutnya dalam memantapkan pemberian ASI. Menggunakan aplikasi pelacakan bayi dapat memperkuat emosi apa pun yang mungkin mereka alami – positif atau negatif.
Salah satu cara penggunaan aplikasi dapat berkontribusi terhadap pola pikir negatif adalah ketika perempuan menganggap data aplikasi mereka sebagai cerminan nilai mereka sebagai orang tua.
Artinya, bagi sebagian pengguna, data yang mereka catat melalui aplikasi pelacakan dapat menjadi ukuran 'keberhasilan' atau 'kegagalan' menyusui mereka. Frekuensi menyusui dan popok basah biasanya digunakan oleh para profesional kesehatan sebagai penanda seberapa baik proses menyusui berlangsung, sehingga mudah untuk melihat bagaimana beberapa ibu terpaku pada angka-angka ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!