Api Melalap Tumpukan Alat Kesehatan Bekas RSUD Sekarwangi Sukabumi
Kondisi barang di area luar gedung IPSRS RSUD Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang terbakar./visi.news/Andri.
VISI.NEWS – Kebakaran terjadi di area belakang Gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026) siang. Api melalap barang-barang yang sudah tidak digunakan, diantaranya alat kesehatan (alkes) bekas.
Untuk memadamkan api, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi mengerahkan empat unit mobil pemadam. Armada tersebut terdiri atas dua unit dari Pos Cibadak serta masing-masing satu unit dari Pos Cisaat dan Pos Parungkuda.
Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Sekarwangi, Luki Mufti, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan api tidak membakar bangunan gedung IPSRS, melainkan hanya membakar tumpukan barang yang berada di luar bangunan.
"Memang benar terjadi kebakaran di salah satu bangunan, yaitu gedung IPSRS. Itu pun kejadiannya bukan di dalam gedungnya. Perlu diluruskan, sumber api itu dan kejadian itu dari luar. Jadi, di sebelah gedung ini ada tumpukan barang-barang yang memang sudah tidak terpakai, yang akan segera dihapuskan sama kita karena kondisi sudah rusak berat," ujarnya.
Ia menjelaskan, barang yang terbakar merupakan alat kesehatan bekas, di antaranya tempat tidur pasien yang sudah tidak lagi digunakan.
"Bahwa yang terbakar barang-barang bekas, alkes yah, seperti bed," katanya.
Luki mengatakan saat mengetahui muncul api, karyawan RSUD langsung berupaya memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Disaat itu pun pihak rumah sakit segera meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran.
"Temen-temen disini sudah siap siaga, mereka sudah mendeteksi pada saat sebelum api itu membesar, mereka menggunakan APAR, 10 atau 20 yang disemprotkan, tapi rupanya masih belum dikendalikan sehingga meminta bantuan ke Damkar dan gak lama paling 20 menitan sudah padam dan melakukan penyemprotan untuk mendinginkan," ujarnya.
Luki juga memastikan insiden tersebut tidak memengaruhi pelayanan kesehatan di RSUD Sekarwangi. Sebab, lokasi kebakaran berada di area belakang rumah sakit dan terpisah dari gedung-gedung pelayanan sehingga seluruh aktivitas pelayanan kepada pasien tetap berlangsung seperti biasa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengatakan kebakaran diduga dipicu panas sinar matahari yang mengenai kaca atau logam sehingga menghasilkan panas dan memicu munculnya api. Api kemudian merambat ke material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
"Di situ ada tumpukan kayak besi atau kaca atau bahan yang bisa memantulkan sinar matahari, kemungkinan ada styrofoam atau apa, disitulah menimbulkan api," ujarnya.
Budianto menambahkan, proses pemadaman berlangsung relatif cepat. Api berhasil dikendalikan petugas dalam waktu sekitar 15 menit.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB, setelah itu petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Menurut Mawaldi, besaran kerugian akibat peristiwa tersebut hingga kini masih dalam pendataan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!