Anton Charliyan Sangat Mendukung Rekruitmen Santri untuk Anggota TNI Polri
VISI.NEWS | BANDUNG - Adanya kebijakan untuk merekrut santri sebagai calon anggota TNI & Polri, khususnya yang dipelopori oleh Kasad Jenderal Dudung Abdul Rachman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianggap kebijakan yang sangat tepat dan strategis.
"Karena seorang santri selain dari segi ahlak dan prilakunya yang baik, serta wawasan agamisnya yang luas sangatlah tepat untuk kondisi sekarang ini," ungkap mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan, Selasa (6/12/2021).
Terlebih, kata Anton, selain santri akan direkrut juga dari calon ahli agama lain seperti calon rahib, calon pendeta dll, namun ada yang lebih khususnya lagi, yaitu bisa juga nantinya diberdayakan untuk mengantisipasi paham-paham radikal dan intoleran.
"Dimana paham-paham tersebut saat ini menyusup dibalik kedok dan jubah agama. Sehingga, setiap orang yang berusaha melawan gerakan tersebut dengan mudahnya dikatakan sebagai anti agama, kafir, murtad , penyembah iblis dan lain-lain. Bahkan bisa dikategorikan sebagai sorang musyrik yang darahnya halal atau boleh untuk dibunuh," ungkap Anton.
Ia menilai begitu luar biasanya jika kekuatan agama dijadikan benteng untuk melegalisasi kepentingan-kepentingan politik tertentu. Karena dengan jubah agama, sesuatu yang asalnya jahat pun bisa menjadi sebuah kemulyaan. Bunuh diri saja bila dikasih label jihad bisa dianggap mulya. Mencuri sebagai sebuah perbuatan hina dengan label gonimah bisa menjadi baik. Bahkan merampok pun dengan label fa'i bisa menjadi sesuatu yang heroik. Itulah pola-pila yang senantiasa digunakan di negara-negara lain," ujarnya.
Namun sangat disayangkan dari hasil kajian sejarah, kata Anton, history dan experience yang terjadi di Suriah, Mesir Afganistan dll, ujungnya ternyata hanya sebuah ambisi untuk meraih tampuk kekuasaan. "Dan berbicara tentang intoleransi dan radikalisme sebagaimana kita maklumi bersama, sesungguhnya yang paling berat adalah bagaimana cara memerangi & mematahkan mindset , faham dan ideologi-ideologi yang sudah tertanam kuat pada individuindividu-individu, kader-kader yang sudah terlanjur terpapar dogma agama sebagai alat masuknya. Karena melalui agama maka antisipasinya harus mampu merekrut calon anggota TNI dan Polri yang memang ahli dalam bidang agama, yang betul-betul nasionalis sebanyak-banyaknya," tandasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!