Anton Charliyan Sangat Mendukung Rekruitmen Santri untuk Anggota TNI Polri
Kebijakan dan program ini, kata Anton, sudah pernah dilakukan olehnya ketika jadi Kapowil Priangan pada tahun 2009. Ketika itu banyak santri yang masuk menjadi anggota bintara Polri dengan pola talent scouting (masuk dipola dan dilatih secara khusus serta masuk tanpa test yang begitu panjang, namun tetap melalui prosedur yang ditentukan).
Kemudian pada saat ia jadi Kapolda Jabar pun pada tahun 2017 sudah diajukan talent scouting untuk santri dan calon-calon anggota yg berprestasi di bidang olah raga/seni yang bertaraf nasional/international, namun tiba-tiba kebijakan tersebut tidak bisa dilaksanakan, dipending Mabes Polri. Bahkan rekrutment di Jabar seakan dibikin kisruh dengan adanya orang yang menjual nama Kapolda untuk kepentingan pribadinya yang akhirnya bahkan kewenangan untuk merekrut calon anggota Polri, khusus untuk Polda Jabar diambil alih Mabes Polri.
"Tapi titik beratnya bukan di situ. Justru kemungkinan besar untuk menggagalkan rekruitmen talent scouting para santri tersebut. Padahal, Kapolda Jabar sendiri saat itu sudah warning dan sosialisasi ke pesantren-pesantren. Rupanya kalau baru setingkat Kapolda kekuatannya masih bisa diintervensi oleh power yang lebih kuat. Sehingga dengan segala cara, akhirnya program tersebut tidak terwujud. Ini menunjukan bahwa kekuatan politik golongan intoleran tersebut sudah begitu besar," ujar Anton.
Inilah yang perlu diwaspadai bersama, kata Anton, agar program ini bisa dikawal dengab seksama, yang mana tidak menutup kemungkinan paham dan pengaruh elit politik pendukung intoleransi dan radikalisme tersebut sudah masuk juga di tubuh TNI dan Polri.
"Indikasi lainnya, salah satu kebijakan Kapolda Jabar saat itu berupa penataran singkat selama kurang lebih tiga hari di alam terbuka, tentang wawasan anti intoleransi dan radikalisme yang dikenal sebagai program Sawala Kebangsaan Polda Jabar, dari rencana 12 kali kegiatan penataran khusus untuk elemen-elemen dan tokoh-tokoh masyarakat, baru tiga kali dilaksanakan dibikin kisruh juga dengan segala alasan yang dibuat-buat agar ditunda sementara kegiatanya,"ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!