Anton Charliyan : "Lebaran Bekasi", Model Pluralisme Masyarakat Indonesia

ED
Minggu, 12 Juni 2022 | 10:28 WIB
Bagikan
Anton Charliyan : "Lebaran Bekasi", Model Pluralisme Masyarakat Indonesia

VISI.NEWS | BEKASI - Acara "Lebaran Bekasi" ke 2 yang digagaH Damin Saba dari Jajaka Nusantara dibantu WN 88 di Alun-alun Bekasi dianggap sebagai model pluralisme masyarakat Indonesia. Kegiatan yang diikuti lebih 5.000 warga dari Bekasi, Karawang dan Subang, Sabtu (11/6/2022) itu berlangsung sukses dan meriah.

Mantan Kapolda Jabar yang juga tokoh budaya Anton Charliyan dalam sambutannya mengatakan bahwa Lebaran Bekasi 1.000 Ketupat ini patut ditiru oleh daerah lain sebagai arena silaturahmi antar warga tanpa membedakan suku, ras agama, etnik, golongan dll.

"Sehingga satu sama lain bisa saling mengenal lebih dekat, sebagai satu Keluarga Besar Bekasi Raya," ungkapnya.

Anton menilai, jika acara tersebut dapat dilaksanakan secara koninyu, tidak hanya pada even lebaran saja tapi termasuk even hari raya yang lain bisa dirayakan secara bersama-sama. "Maka dengan seringnya elemen-elemen masyarakat berkumpul bersama, tidak hanya saling mengenal saja, namun lebih jauh dari itu akan tumbuh rasa kekerabatan yang kuat, sehingga tidak mudah diadu domba, tidak mudah dijadikan ajang hoax oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan NKRI, sebab sebagaimana kita ketahui bersama salah satu titik rawan bangsa Indonesia dengan puralismenya yang multikultur, sehingga dijadikan jurus ampuh para kolonial dulu untuk menguasai negeri kita, yakni yang kita kenal dengan 'devide et impera' memecah belah bangsa satu sama lain agar saling berantem yang dampaknya bisa kita rasakan sampai hari ini," ujar Anton.

Untuk itu, katanya, dengan adanya acara Lebaran Bekasi ini, ia berharap agar tetap dipertahankan sebagai suatu tradisi khas masyarakat Bekasi. Dan ke depan jika memungkinkan bisa ditambahkan dengan merayakan hari-hari raya umat lain yang dianggap besar, sehingga jika sering otomatis rasa kekerabatan & kekeluargaan tadi makin erat dan makin mengikat. "Dengan demikian secara otomatis akan mampu membangun rasa persatuan & kesatuan antar warga, antar ormas, antar etnis, antar suku dll., yang kokoh, sekaligus juga membangun nilai-nilai toleransi antar umat beragama," ungkapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.