Antisipasi Dampak Banjir, 80 Puskesmas di Bandung Siaga 24 Jam
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Maret 2025 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan risiko hidrometeorologi, Dinas Kesehatan Kota Bandung menyiagakan 80 puskesmas, lengkap dengan tim kesehatan dan ambulans.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, di luar jam kerja, tim surveilans akan bersiaga 24 jam untuk melakukan penilaian cepat terhadap situasi di lapangan.
“Jika di luar jam kerja, ada tim surveillance siaga 24 jam. Tim ini akan melaksanakan penilaian cepat untuk rekomendasi jika dibutuhkan di lapangan. Misalnya perlu ambulans, posko kesehatan atau kunjungan tim kesehatan. Rekomendasi dikeluarkan oleh tim ini,” beber Anhar, Sabtu (8/3/2025).
Selain itu, 42 rumah sakit di Bandung, termasuk unit gawat darurat (UGD), telah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis bagi korban banjir.
"Kesiapan rumah sakit ada 42 unit, UGD siap 24 jam. Kami juga akan prioritaskan jika ada korban banjir,” ujarnya.
Direktur RS Bandung Kiwari, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa layanan kesehatan akan diberikan melalui dua metode, yaitu statis dan mobile.
“Kalau statis kami siapkan masing - masing rumah sakit dengan SDM. Pastinya kesiapan kami akan lebih ekstra, manajemen SDM, peralatan dan sebagainya ditingkatkan,” ungkap Yorisa.
Layanan statis berfokus pada kesiapan rumah sakit dengan tenaga medis dan peralatan yang lebih ekstra.
“Sedangkan mobile itu bisa bentuk posko, ini bisa berkolaborasi dengan beragam unsur. Mulai dari spesialis, psikiater, dan dokter lainnya,” jelas dia.
Yorisa juga mengingatkan bahwa penyakit pascabanjir seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan demam berdarah dengue (DBD) harus diantisipasi.
"Ini perlu antisipasi. Puskesmas, klinik swasta juga harus membantu jangan sampai peningkatan penyakit,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Bandung, Nita Kurniati Somantri, memastikan bahwa rumah sakitnya siap beroperasi 24 jam dengan tim medis, logistik, dan obat-obatan yang sudah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien akibat dampak banjir. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!