Anis Baswedan Salawatan Bersama Ribuan Santri di Indramayu
- Jika Anies Baswedan jadi presiden perlu melakukan tindakan peningkatan kualitas pendidikan termasuk pendidikan inklusif dalam hal sarana prasarana, kurikulum dan kesejahteraan guru swasta.#aminkanindonesia
VISI.NEWS | JAKARTA – Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menghadiri acara Indramayu Berselawat, Sabtu malam, di Kampus Hijau Pondok Pesantren Yayasan Daarul Ma’arif Kaplongan Karangampel Kabupaten Indramayu yang dihadiri ribuan Santri dan masyarakat Indramayu dengan meriah dan gembira.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Payung Anies Indonesia (PAI) yang juga Ketua Badan Koordinasi Saksi (Bakorsi) Kabupaten Indramayu MT Romli Hamim menyatakan hal itu kepada KBA News, Minggu (10/12/20023).
“Anies Baswedan dan rombongan datang ke Indramayu dalam rangkaian kunjungan ke Kuningan, Cirebon dan Indramayu. Karena itu beliau sampai di Pondok Pesantren pada malam hari.”
Dikatakannya, acara Indramayu Berselawat dilakukan Anies Baswedan dan Muhammad Aldiansyah atau dikenal dengan panggilan Gus Aldi. Dia adalah seorang Youtuber terkenal yang berasal dari Indramayu, yang followernya di medsos mencapai jutaan orang.
Romli melanjutkan acara diawali pertemuan dengan empat partai pengusung Partai Nasdem, PKB, PKS dan Partai Ummat, juga dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh nelayan dan petani.
Pertemuan itu di pimpin oleh K.H. Dedi Wahidi, atau dikenal juga dengan panggilan akrabnya Ajengan Dewa. Dia adalah Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Ma’arif dan juga Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi V. Dia memberikan kesempatan yang hadir untuk menyampaikan aspirasinya kepada calon presiden RI 2024 Anies Baswedan.
Nelayan dan petani
Romli mengatakan acara diawali penyampaian dari perwakilan nelayan dan petani Indramayu H. Robani Hendra Permana, ST juga calon legisltaif (caleg) DPR Provinsi Jawa Barat VIII. Aspirasi yang disampaikan ada delapan, yang diharapkannya menjadi kebijakan Anies Baswedan, jika ditakdirkan Tuhan menjadi Presiden RI 2024. Aspirasi tersebut adalah meliputi hal-hal yang dikeluhkan masyarakat nelayan Indramayu.
“Hendaknya Perizinan mudah dikerjakan, kontrak penangkapan ikan untuk menjamin stabilitas harga ikan, menolak izin kapal eks asing, meningkatkan kesejahteraan nelayan, perlindungan kesehatan nelayan melalui BPJS nelayan yang gratis, ketersediaan BBM nelayan dengan cara membangun SPBU di setiap pangkalan nelayan,” kata Robani.
Di samping itu, tambahnya, pemerintah harus melindungi kapal dari penangkapan yang ilegal dan perampokan dan terakhir adalah, membangun pelabuhan dan pangkalan pendaratan Ikan dan pemecah gelombang.
Sedangkan harapan para petani, kata Robani, adalah pemerintah harus secara serius menangani harga pupuk yang masih mahal sehingga biaya produksi lebih besar dan pendapatan berkurang.
“Selain itu perlu meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengurangi biaya produksi dan menstabilkan harga padi,” katanya.
MT Romli Hamim berharap jika Anies Baswedan jadi presiden perlu melakukan tindakan peningkatan kualitas pendidikan termasuk pendidikan inklusif dalam hal sarana prasarana, kurikulum dan kesejahteraan guru swasta.
Selain itu, lanjutnya, diperhatikan solusi perekonomian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di sepanjang jalan pantura yang terkena dampak adanya Jalan Tol Cipali.
Dalam tanggapannya, Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menyampaikan gagasan dan masukan sehingga dia mengetahui masalah yang harus diselesaikan sesuai maksud perubahan apa yang menjadi masalah untuk diperbaiki.
Selesai mendengar harapan masyarakat, Anies Baswedan dan rombongan didampingi Timnas AMIN, partai pengusung, tokoh agama dan masyarakat serta relawan. Anies Baswedan berjalan kaki menuju lapangan Ponpes Daarul Ma’arif dengan diiringi lantunan selawat. Masyarakat pun meneriakkan , AMIN ‘Presiden’ sepanjang jalan.
Ribuan santri dan masyarakat yang dari sore sudah menunggu kedatangan Anies Baswedan bersama rombongan.
Acara selawat dipimpin oleh K.H. Dedi Wahidi (Ajengan Dewa) berlangsung hikmat dan sakral dimulai dari pukul 20.00 sampai 23.00. Masyarakat tetap berada di lapangan tidak surut dengan melantunkan selawat sepanjang acara berlangsung.
@mpa/kba
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!