Anies-Muhaimin Tepis Kabar Miring saat Tampil di Acara Mata Najwa
Anies Baswedan menepis tudingan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menurutnya sudah mengkhianati Partai Demokrat.
Dia Anies membeberkan beberapa fakta yang harus disampaikan, agar semua permasalahan tersebut jelas. Dia menyampaikan begitu menghormati Presiden ke-6 RI itu. Menurut Anies, SBY merupakan panutannya yang sudah mengabdi kepada Negeri Indonesia selama 10 tahun.
“Sebenarnya saya tidak ingin menanggapi secara detail ini semua. Saya sangat hormat kepada pak SBY. Beliau (SBY) adalah panutan, beliau adalah presiden, sudah mengabdi 10 tahun, beliau adalah teladan,” tambah Anies.
Tepis Persepsi Khianati Prabowo
Anies Baswedan menegaskan sama sekali tidak mengkhianati Prabowo Subianto, seperti yang dipersepsikan sejumlah pihak. Apa yang disampaikan Anies itu konteksnya pada Pilpres 2019, saat dirinya baru satu tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Dia menceritakan, percakapannya dengan Prabowo terjadi pada 2018. Saat itu, Prabowo meminta Anies menjadi cawapresnya untuk kontestasi Pilpres 2019.
Di sisi lain, ada pihak lain yang menawari Anies sebagai capres sebagai kompetitor Prabowo Subianto. “Saya bilang, saya tidak ingin menjadi orang yang mengkhianati Pak Prabowo. Saya tegaskan, saya tidak akan melakukan intersep atau memotong pencapresan Pak Prabowo. Karena saya berjanji akan menyelesaikan tugas lima tahun di Jakarta,” sambungnya.
Menurut Anies, menuntaskan tugas lima tahun sebagai Gubernur DKI Jakarta merupakan komitmennya. “Inilah yang menjadi komitmen kami. Kami ingin memastikan janji di Jakarta bisa dituntaskan, jangan ditinggalkan,” ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!