Anggota KPU: Pemilu Demokratis Upaya Menjaga Kelestarian NKRI
“Upaya untuk menjaga kelestarian NKRI yang demokratis pada akhirnya akan kita berikan kepada adik-adik mahasiswa. Tantangan yang tidak mudah, tapi apa yang sedang berproses dan sedang berlangsung di kampus ini, harus diakui kita sedang diri mempersiapkan ke arah sana,” lanjutnya.
Mellaz kemudian memaparkan tiga tantangan Pemilu serentak 2024, yakni proporsi jumlah penduduk berdasarkan umur, tingginya jumlah surat suara tidak sah, dan potensi hoaks serta isu SARA.
Kepada peserta, Mellaz juga menjelaskan Visi Pemilu 2024. Pertama, pemilu dimaknai sebagai sarana integrasi bangsa. Visi besar yang diimplementasikan dan diamplifikasi sehingga menjadi "Nation Interest".
“Pemilu harusnya mempersatukan bangsa, jika kita membaca, banyak usulan kajian sistem pemilu, perubahan sistem pemilu, dimaknai ke arah mempersatukan anak bangsa. Siapa pun yang menang, siapa pun yang kalah akan sama-sama menjaga dan meneruskan demokrasi dalam bingkai NKRI. Bagaimana kemudian 2045, Indonesia emas akan diraih. Saat itu akan berada pada generasi mahasiswa. Tapi, hari ini kurang menjadi topik dalam perdebatan politik ,” jelasnya, dilansir dari laman resmi KPU pusat.
Kedua, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pemilih akan pentingnya berpartisipasi dalam pemilu: fokus tidak hanya pada kuantitas, namun juga pada kualitas pemilih.
Ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat di tiap tahapan pemilu, dalam hal ini peningkatan peran masyarakat di berbagai macam jenis partisipasi politik.
KPU melakukan upaya meningkatkan kesadaran pemilih atau partisipasi masyarakat di setiap tahapan pemilu.
Hal terpenting, KPU mempunyai dua prinsip yang harus dipegang. Pertama, KPU harus bisa menjadi pusat pengetahuan dan berbagi pengalaman sukses tentang pemilu. Kedua KPU harus bisa menjadi pusat bagi kolaborasi multipihak, salah satunya kampus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!