Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026

Anggota DPR Ungkap Perbedaan Kebijakan Energi Nuklir di Era Prabowo

Desi Rossilawati
Selasa, 10 Desember 2024 | 14:00 WIB
Bagikan
Anggota DPR Ungkap Perbedaan Kebijakan Energi Nuklir di Era Prabowo

VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan, salah satunya dengan memanfaatkan energi nuklir yang ditargetkan berjalan pada 2032. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan emisi karbon menuju target Net Zero Emission 2060.

Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Patijaya menjelaskan dengan adanya keseriusan pemerintah Indonesia yang akan memanfaatkan tenaga nuklir tersebut. Maka terdapat perbedaan antara arah kebijakan energi Indonesia saat ini dan sebelum. Dimana saat ini nuklir tidak menjadi opsi terakhir.

"Salah satu yang terpenting membedakan kebijakan energi nasional yang dulu dan sekarang apa? Kalau yang dulu itu, nuklir adalah pilihan terakhir. Sekarang, ruangnya dibukakan," katanya di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Bambang mengatakan kini DPR dan pemerintah juga tengah merapikan Rancangan Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN) dan juga Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET). Peraturan tersebut ditujukan untuk mengembangkan energi baru terbarukan.

"Nah, maka kita perlu RUU-EBT untuk bagaimana mendrive (energi nuklir) itu," katanya.

Bambang menjelaskan bahwa saat ini RPP KEN dan RUU EBT sudah selesai dalam pembahasan dan perencanaan. Hanya saja saat ini tinggal menyelaraskannya dengan target pertumbuhan ekonomi 8%. Ia mengatakan bahwa peraturan tersebut akan dikeluarkan dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan selesai dalam waktu dekat. Kita tunggu saja," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah tengah mendorong pemanfaatan energi nuklir yang ditargetkan berjalan pada 2032. Keberadaan pembangkit nuklir diharapkan dapat menekan biaya listrik.

Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, langkah tersebut untuk mewujudkan program Asta Cita, yaitu ketahanan energi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.