Ancaman Tarif Trump Gegerkan Eropa, Uni Eropa Siapkan Langkah Balasan
VISI.NEWS | BANDUNG – Uni Eropa bergerak cepat merespons ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana memberlakukan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa. Meski masih mengutamakan jalur diplomasi, Brussel secara terbuka menyatakan kesiapan untuk melakukan pembalasan jika kebijakan tersebut tetap dijalankan.
Para duta besar negara anggota Uni Eropa pada Minggu (18/1) mencapai kesepakatan untuk meningkatkan upaya meyakinkan Washington agar membatalkan rencana tarif yang dikaitkan dengan isu Greenland. Ancaman tersebut dipandang tidak hanya sebagai persoalan perdagangan, tetapi juga tekanan politik yang berpotensi merusak hubungan transatlantik.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyampaikan bahwa solidaritas Eropa menjadi pesan utama dalam situasi ini.
“Konsultasi saya dengan negara-negara anggota menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung Denmark dan Greenland serta kesiapan mempertahankan diri dari segala bentuk pemaksaan,” ujar Costa dalam unggahan media sosialnya.
Ancaman tarif itu disampaikan Trump pada Sabtu (17/1). Ia menyatakan tarif akan diberlakukan mulai 1 Februari terhadap Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia hingga Amerika Serikat diberi kesempatan membeli Greenland, wilayah otonom milik Denmark di kawasan Arktik. Sejumlah pemimpin Eropa mengecam langkah tersebut sebagai bentuk pemerasan.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada tekanan semacam itu.
“Eropa tidak akan diperas,” tegas Frederiksen dalam pernyataan tertulis.
Meski demikian, Uni Eropa masih membuka ruang dialog. Para pemimpin Eropa dijadwalkan membahas opsi respons dalam pertemuan darurat di Brussel pekan ini. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pemberlakuan tarif balasan terhadap impor Amerika Serikat senilai 93 miliar euro jika ancaman tersebut benar-benar dijalankan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!