Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026

Ancaman Bom ke 10 Sekolah di Depok, Pelaku Ungkap Motif Dendam lewat Email

ED
Rabu, 24 Desember 2025 | 08:03 WIB
Bagikan
Ancaman Bom ke 10 Sekolah di Depok, Pelaku Ungkap Motif Dendam lewat Email

VISI.NEWS | DEPOK– Dunia pendidikan di Kota Depok diguncang ancaman teror bom yang menyasar sejumlah sekolah menengah atas. Sebanyak sepuluh sekolah dilaporkan menerima email berisi ancaman peledakan bom dan tindakan kekerasan lainnya pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.

Ancaman tersebut dikirim oleh seseorang yang mengaku bernama Kamila Hamdi. Dalam pesan elektronik itu, pelaku secara terbuka mengancam akan melakukan teror bom, penculikan, hingga pembunuhan terhadap warga sekolah. Sejumlah sekolah yang disebut dalam email antara lain SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.

Isi pesan pelaku bernada intimidatif dan menyasar keselamatan para siswa. Dalam email tersebut, pelaku menegaskan niatnya untuk menjadikan peserta didik sebagai korban.

“Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini. Tunggu aja, anak-anak didik lu semua jadi korban,” tulis pelaku.

Tak hanya menyampaikan ancaman, pelaku juga mengungkap alasan pribadi yang diklaim menjadi latar belakang aksinya. Ia mengaku menyimpan kebencian terhadap sistem pendidikan di Kota Depok serta merasa tidak mendapatkan keadilan hukum atas laporan yang pernah disampaikannya kepada aparat kepolisian.

“Gua benci sama pendidikan di Depok. Gak terima, polisi gak adil, gak tanggepin laporan karena gua diperkosa dan cowo yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua,” lanjut isi email tersebut.

Pelaku juga mengklaim memiliki latar belakang pendidikan tertentu. Ia menyebut dirinya sebagai alumni SMP dan SMA IT Nururrahman serta lulusan Universitas Telkom. Dalam pesan yang sama, pelaku menyatakan siap bertanggung jawab atas ancaman teror yang ditujukan kepada sepuluh sekolah tersebut.

“Gua Kamila Lutfiani Hamdi alumni SMP dan SMA IT Nururrahman, alumni Universitas Telkom. Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua lakukan,” tulisnya.

Bahkan, pelaku turut mencantumkan alamat tempat tinggalnya di wilayah Depok, seolah menantang aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti ancaman yang disampaikannya.

Jalan Jati Ulin, Blok xxxx, Kavling UI Barat rumah gua. Gua gak takut sama apa yang gua lakukan,” tulis pelaku.

Menanggapi ancaman tersebut, Polres Metro Depok langsung bergerak melakukan penyelidikan. Aparat kepolisian bersama Tim Gegana Brimob mendatangi sejumlah sekolah yang menerima email ancaman guna memastikan kondisi aman dan mensterilkan lokasi.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memastikan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus teror tersebut.

“Intinya sedang kami dalami,” ujar Abdul Waras.

Hingga saat ini, kepolisian masih menelusuri identitas pelaku serta kebenaran isi ancaman yang beredar, sembari meningkatkan pengamanan untuk menjamin keselamatan siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.