1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

Analis Prediksi Harga Bitcoin Tembus USD 200.000 Akhir 2025, Ini Alasannya

Desi Rossilawati
Kamis, 11 September 2025 | 12:14 WIB
Bagikan
Analis Prediksi Harga Bitcoin Tembus USD 200.000 Akhir 2025, Ini Alasannya

VISI.NEWS | BANDUNG - Analis keuangan Tom Lee menyebut harga Bitcoin berpotensi tembus USD 200.000 atau sekitar sekitar Rp 3,2 miliar (estimasi kurs Rp 16.469 per USD) pada akhir 2025. Menurutnya, pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) akan menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga aset kripto terbesar di dunia itu.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (11/9/2025), Lee menjelaskan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya meningkatkan permintaan aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Ethereum. Saat ini, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan pada 17 September 2025.

Per 9 September 2025, data CoinGecko mencatat harga Bitcoin berada di level USD 112.776 per koin.

Presiden Donald Trump telah mendesak The Fed untuk segera menurunkan suku bunga, yang saat ini berada di kisaran 4,25%–4,50%. Analis Standard Chartered bahkan memprediksi pemangkasan setengah poin pada pekan depan.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya menambah likuiditas di pasar, sehingga mendorong kenaikan harga saham maupun kripto. Lee optimistis tren ini akan menguntungkan Bitcoin, meski ia pernah salah prediksi sebelumnya.

Pada 2018, Lee memperkirakan Bitcoin bisa menyentuh USD 125.000 pada 2022. Namun, kenyataannya harga hanya mencapai USD 48.222 sebelum terjun ke USD 16.300, setelah sempat mencatat rekor tertinggi di USD 69.044 pada 2021.

Meski rekam jejak Lee tidak sempurna, sejumlah pakar lain juga menyuarakan optimisme serupa. Matt Hougan dari Bitwise, misalnya, pada Mei lalu memproyeksikan Bitcoin bisa menutup tahun di USD 200.000, didorong oleh arus masuk dana institusional dan investasi ETF.

Sementara itu, Robert Kiyosaki, penulis Rich Dad Poor Dad, pada April menyebut Bitcoin berpeluang bergerak di kisaran USD 180.000–USD 200.000, seiring meningkatnya minat investor besar serta perubahan kondisi ekonomi global.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.