Anak Krakatau Masih Siaga, Lima Jurnalis Terus Dicari

ED
PN
Jumat, 11 September 2026 | 11:35 WIB
Bagikan
Anak Krakatau Masih Siaga, Lima Jurnalis Terus Dicari

Badan Geologi menetapkan masyarakat, termasuk pengunjung dan wisatawan, tidak diperbolehkan memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Larangan tersebut diberlakukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat akibat potensi material vulkanik yang dapat terlontar dari kawasan gunung api.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat. Kondisi tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik sehingga informasi resmi dari otoritas terkait menjadi rujukan utama.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, BNPB mengimbau agar aktivitas di luar rumah dikurangi. Apabila harus melakukan kegiatan di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang mengaitkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dengan potensi tsunami apabila informasi tersebut tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.

Aktivitas masyarakat di wilayah yang tidak berada dalam zona bahaya dapat berlangsung seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi di sekitar Selat Sunda.

Di tengah pencarian lima jurnalis yang masih berlangsung, keselamatan personel pencarian dan masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III menunjukkan bahwa kawasan tersebut belum sepenuhnya aman dari ancaman vulkanik.

Karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun pekerja media yang melakukan aktivitas di sekitar Selat Sunda diharapkan mematuhi seluruh batas aman yang ditetapkan otoritas. Informasi mengenai perkembangan erupsi, kondisi pencarian, maupun potensi bahaya juga perlu diperoleh dari sumber resmi untuk mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.